Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Malang-Kepanjen Bergerak Lagi, Interchange Gondanglegi Disiapkan Buka Akses JLS dan Wisata Pantai Selatan

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Mei 2026 | 18:00 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di Tol Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis. Pemkab Malang masih menunggu kelanjutan proyek Tol Malang-Kepanjen.
Sejumlah kendaraan melintas di Tol Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis. Pemkab Malang masih menunggu kelanjutan proyek Tol Malang-Kepanjen.

RADARBANYUWANGI.ID – Proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen yang sempat berjalan lambat kini kembali menunjukkan geliat baru. Pemerintah pusat mulai menyusun ulang studi kelayakan (feasibility study) dan basic design proyek strategis tersebut. Dari sejumlah pembaruan yang mencuat, rencana pembangunan interchange baru di Kecamatan Gondanglegi menjadi sorotan utama karena diproyeksikan membuka simpul ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Malang.

Tambahan akses tol tersebut tidak sekadar menjadi jalur keluar-masuk kendaraan. Interchange Gondanglegi diposisikan sebagai penghubung strategis menuju Jalur Lintas Selatan (JLS), akses wisata pantai selatan, hingga koridor pertumbuhan ekonomi baru yang selama ini dinilai belum berkembang optimal.

Langkah ini sekaligus memberi sinyal bahwa proyek Tol Malang-Kepanjen mulai memasuki fase teknis yang lebih serius setelah bertahun-tahun masuk daftar prioritas pembangunan nasional.

Pemerintah Mulai Review Studi Kelayakan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan proses peninjauan ulang studi kelayakan dan basic design saat ini sedang berlangsung.

Berdasarkan data LPSE Kementerian Pekerjaan Umum, kontrak review tersebut telah diteken pada 6 Mei 2026 dengan nilai pagu sekitar Rp 4 miliar.

Menurut Khairul, proyek jalan tol tersebut menjadi bagian penting penguatan konektivitas antara kawasan metropolitan Surabaya dengan wilayah Malang Raya.

“Jalan tol ini akan menghubungkan Surabaya sebagai primate city di Jawa Timur dengan Kota Malang hingga Kabupaten Malang,” ujarnya.

Tak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, proyek ini dipandang akan memperkuat rantai distribusi barang, logistik, hingga akses investasi.

Tiga Interchange Jadi Simpul Utama

Dalam dokumen hasil kajian sementara, Tol Malang-Kepanjen dirancang memiliki tiga interchange utama yang akan menjadi titik penghubung kawasan strategis.

Pertama, interchange Pakisaji direncanakan terhubung dengan Jalan Kolonel Slamet Supriyadi, salah satu jalur nasional yang menghubungkan Malang dengan Blitar.

Kedua, interchange Gondanglegi yang kini menjadi perhatian karena akan terkoneksi dengan Jalan Hayam Wuruk.

Akses ini memiliki nilai strategis karena menjadi penghubung jalur Gondanglegi–Balekambang yang selama ini menjadi salah satu pintu utama menuju kawasan wisata pantai selatan Kabupaten Malang.

Ketiga, interchange Kepanjen yang akan tersambung dengan Jalan Trunojoyo menuju pusat pemerintahan Kabupaten Malang dan kawasan Stadion Kanjuruhan.

Kombinasi tiga simpul tersebut diperkirakan akan mengubah pola mobilitas masyarakat sekaligus memperluas jangkauan aktivitas ekonomi.

Interchange Gondanglegi Diproyeksikan Dorong Kawasan Selatan

Penambahan akses Gondanglegi dianggap memiliki dampak besar karena wilayah selatan Malang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Kawasan selatan memiliki potensi wisata dan sumber daya ekonomi besar, namun aksesibilitas dinilai belum secepat wilayah utara Jawa Timur.

Dengan hadirnya tol, jarak tempuh menuju destinasi pantai selatan diperkirakan dapat dipangkas signifikan.

Selain sektor wisata, akses logistik hasil pertanian, perkebunan, hingga UMKM juga berpotensi meningkat.

Pemerintah daerah berharap kehadiran jalan tol dapat menjadi katalis pertumbuhan kawasan baru.

Disiapkan Mendukung Jalur Lintas Selatan

Pemkab Malang menilai pembangunan Tol Malang-Kepanjen tidak bisa dipisahkan dari pengembangan Jalur Lintas Selatan atau JLS.

JLS selama ini digadang-gadang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah selatan Jawa, seperti halnya jalur Pantura yang selama puluhan tahun menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“JLS ini memang dihidupkan supaya seperti jalur Pantura. Sehingga disparitas pertumbuhan ekonomi antara selatan dan utara bisa seimbang,” kata Khairul.

Selama ini, ketimpangan pembangunan wilayah utara dan selatan masih menjadi tantangan di Jawa Timur.

Akses infrastruktur yang lebih kuat diharapkan menjadi solusi mempercepat pemerataan.

Tol Sepanjang 33 Kilometer, Lahan Dibebaskan 2027

Tol Malang-Kepanjen diperkirakan memiliki panjang sekitar 30 hingga 33 kilometer.

Ruas tersebut membentang mulai wilayah Kedungkandang hingga Kepanjen.

Untuk pembangunan fisik, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp10,7 triliun di luar biaya pembebasan lahan.

Pemerintah menargetkan tahapan pembebasan lahan dapat dimulai pada 2027.

“Tahun 2027, Insya Allah bisa dilaksanakan pembebasan lahannya,” terang Khairul.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, proyek tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur terbesar yang mengubah wajah konektivitas Kabupaten Malang dalam beberapa tahun mendatang.

Masuk Daftar Proyek Strategis Nasional

Tol Malang-Kepanjen bukan proyek baru.

Rencana pembangunan ruas ini telah lama tercantum dalam berbagai dokumen pembangunan nasional.

Mulai dari Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur hingga Keputusan Menteri PUPR Nomor 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional 2020–2040.

Selain itu, proyek tersebut juga masuk dalam RPJMD dan RPJPD Kabupaten Malang.

Masuknya proyek ke sejumlah dokumen strategis itu menjadi indikasi kuat bahwa Tol Malang-Kepanjen tetap menjadi agenda jangka panjang pemerintah.

Kini, dengan dimulainya review teknis dan tambahan interchange baru di Gondanglegi, harapan pembangunan jalan tol yang lama ditunggu masyarakat Malang kembali menemukan momentum baru. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#interchange Gondanglegi #JLS Malang #proyek tol Malang #jalur lintas selatan #tol malang kepanjen