Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Padat Saat Long Weekend, Bus Pariwisata dan Truk Logistik Mengular ke Luar Area Pelabuhan

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:02 WIB
FULL KENDARAAN: Perairan Selat Bali dilanda cuaca buruk, Kamis malam (14/5). Akibatnya kendaraan yang hendak masuk kapal sempat mengular sampai depan pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
FULL KENDARAAN: Perairan Selat Bali dilanda cuaca buruk, Kamis malam (14/5). Akibatnya kendaraan yang hendak masuk kapal sempat mengular sampai depan pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Lonjakan arus penyeberangan menuju Bali mulai terasa di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada hari kedua cuti bersama Kenaikan Isa Almasih, Jumat (15/5/2026). Ribuan kendaraan, mulai bus pariwisata hingga truk logistik, memadati jalur menuju pelabuhan hingga menyebabkan antrean panjang di luar area dermaga.

Kepadatan lalu lintas bahkan sempat meluas hingga akses utama Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi di kawasan Ketapang. Situasi diperparah oleh cuaca buruk yang melanda Perairan Selat Bali sejak Kamis malam (14/5), membuat sejumlah kapal kesulitan bersandar dan menghambat proses bongkar muat kendaraan.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan logistik tampak menumpuk sejak pagi hari. Deretan truk besar mengular di kantung parkir hingga luar pintu masuk pelabuhan. Sementara itu, bus-bus pariwisata dari berbagai kota di Pulau Jawa terus berdatangan membawa wisatawan yang hendak menikmati libur panjang di Bali.

Gelombang Tinggi Hambat Kapal Bersandar

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satpel Pelabuhan Ketapang, Rahut Sianturi, menjelaskan cuaca ekstrem di Selat Bali menjadi faktor utama terjadinya kepadatan arus penyeberangan.

Menurutnya, arus laut yang kuat disertai gelombang tinggi menyebabkan sejumlah kapal, khususnya yang beroperasi di dermaga LCM, gagal sandar.

“Banyak kapal gagal sandar karena arus dan gelombang cukup tinggi sejak Kamis malam. Kendaraan yang hendak dimuat harus menunggu kondisi cuaca membaik,” ujar Rahut.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan logistik sempat tertahan cukup lama di area penyangga Pelabuhan Bulusan sebelum akhirnya dapat diseberangkan pada Jumat pagi.

Rahut menambahkan, kondisi cuaca mulai berangsur normal sejak pagi sehingga proses bongkar muat kembali berjalan lebih lancar.

“Kendaraan logistik sementara diarahkan ke Bulusan dulu. Setelah cuaca membaik, antrean perlahan mulai terurai,” katanya.

Kapal Beroperasi Terbatas, Banyak yang Docking

Selain faktor cuaca, kepadatan juga dipengaruhi terbatasnya jumlah armada kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Saat ini, sejumlah kapal diketahui masih menjalani proses docking atau perawatan berkala.

Meski demikian, operasional penyeberangan tetap berjalan dengan 27 kapal aktif setiap hari.

“Jumlah kapal yang beroperasi tetap 27 unit per hari. Namun memang ada beberapa kapal yang masih docking,” tegas Rahut.

Kondisi tersebut membuat waktu tunggu kendaraan sedikit lebih panjang dibanding hari normal, terutama pada jam-jam sibuk penyeberangan.

Bus Pariwisata Mulai Membanjiri Ketapang

Sementara itu, General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menyebut lonjakan kendaraan wisata mulai meningkat signifikan sejak Kamis malam.

Menurutnya, arus kendaraan saat malam lebih didominasi bus reguler antarkota. Sedangkan sejak Jumat pagi, bus pariwisata mulai mendominasi antrean menuju Bali.

“Bus reguler biasanya bergerak malam hari. Kalau bus pariwisata mulai ramai sejak pagi karena membawa wisatawan long weekend,” jelas Arief.

Mayoritas wisatawan berasal dari kota-kota besar di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jabodetabek yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata ke Pulau Dewata.

Truk Logistik Ikut Menumpuk

Selain kendaraan wisata, arus logistik juga tetap tinggi selama periode libur panjang. Truk pengangkut barang dari Jawa menuju Bali terus berdatangan tanpa henti.

Menurut Arief, pola seperti ini memang selalu terjadi setiap akhir pekan panjang. Arus logistik biasanya meningkat sejak Kamis malam hingga Jumat malam.

“Kepadatan ini kombinasi antara kendaraan wisata dan kendaraan logistik yang memang rutin meningkat saat akhir pekan panjang,” ujarnya.

Untuk mengurai antrean, pihak ASDP menerapkan skema prioritas dengan mendahulukan bus penumpang masuk ke area pelabuhan. Sedangkan kendaraan logistik diarahkan sementara ke kantung parkir penyangga.

“Kami prioritaskan bus agar penumpang tidak terlalu lama menunggu. Kendaraan logistik sementara kami arahkan ke area parkir dulu,” katanya.

Kondisi Mulai Normal Jumat Sore

Meski sempat terjadi antrean panjang pada pagi hingga siang hari, kondisi arus penyeberangan mulai kembali normal menjelang Jumat sore setelah cuaca di Selat Bali membaik.

Kapal-kapal yang sebelumnya kesulitan bersandar mulai kembali beroperasi normal sehingga kendaraan dapat segera masuk ke dermaga.

Arief memastikan antrean kendaraan tidak berlangsung terlalu lama dan seluruh kendaraan tetap dapat diseberangkan secara bertahap.

“Antrean perlahan sudah kembali normal setelah cuaca membaik,” tandasnya.

Wisatawan Diimbau Antisipasi Cuaca dan Waktu Penyeberangan

Momentum long weekend diperkirakan masih akan memicu lonjakan kendaraan hingga Minggu (17/5). Karena itu, masyarakat dan wisatawan diimbau mengatur jadwal perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan.

Selain itu, pengguna jasa penyeberangan juga diminta memantau perkembangan cuaca di Selat Bali mengingat potensi gelombang tinggi masih bisa terjadi sewaktu-waktu selama musim angin timuran mulai berlangsung.

Pihak ASDP bersama otoritas pelabuhan memastikan seluruh pelayanan dan pengamanan di Pelabuhan Ketapang tetap disiagakan penuh guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa libur panjang berlangsung. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#antrean Ketapang Bali #bus pariwisata Bali #Cuaca Selat Bali #pelabuhan ketapang #ASDP Ketapang Banyuwangi