Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arifah Fauzi Minta Maaf Usai Pernyataan Kontroversial soal Gerbong Perempuan Pascakecelakaan Bekasi Timur

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 30 April 2026 | 11:21 WIB
Menteri PPPA Arifah Fauzi pastikan korban kecelakaan KA di Bekasi Timur mendapat layanan medis. (JawaPos.com)
Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta maaf atas pernyataannya usai kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang dinilai kurang tepat usai insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat.

Permintaan maaf itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus empati kepada korban dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ujar Arifah, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah tanpa membedakan gender. Fokus saat ini, kata dia, adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.

“Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka,” tegasnya.

Arifah juga meluruskan bahwa pernyataannya sebelumnya tidak dimaksudkan untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain. Ia mengakui bahwa dalam situasi duka, empati dan fokus pada korban harus menjadi hal utama.

“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak,” katanya.

Menurutnya, proses penanganan insiden telah dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh oleh berbagai pihak terkait. Kementerian PPPA turut hadir memastikan hak-hak korban, terutama anak-anak yang kehilangan orang tua, tetap terlindungi.

“Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan,” ujar Arifah.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk memusatkan perhatian pada penanganan korban sekaligus mendorong perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan,” tandasnya.

Sebelumnya, Arifah sempat mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta. Usulan itu disampaikan usai menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4), dan memicu beragam respons di masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #keselamatan transportasi publik #Gerbong perempuan KRL #Arifah Fauzi #menteri pppa