RADARBANYUWANGI.ID - Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan mahasiswi asal Kota Jambi, Alimantun Citra Lestari (19).
Sebagai bentuk kehadiran negara, Jasa Raharja bersama Jasa Raharja Putra menyalurkan santunan kepada keluarga korban. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp90 juta.
Kepala Jasa Raharja Wilayah Jambi, AAN Agung Abimanyu, menyampaikan bahwa santunan tersebut terdiri atas Rp50 juta dari Jasa Raharja dan Rp40 juta dari Jasa Raharja Putra.
“Jasa Raharja memberikan perlindungan dasar kepada seluruh masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum, khususnya yang menimpa adik kita,” ujarnya, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.
Ia menegaskan, santunan tersebut merupakan wujud komitmen negara dalam memberikan perlindungan sekaligus memastikan pelayanan cepat dan tepat bagi masyarakat terdampak musibah.
Menurutnya, proses penyaluran santunan dilakukan secara sigap. Bahkan, sebagian korban telah menerima haknya dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Lima di antaranya sudah mendapat santunan maksimal 1x24 jam,” jelasnya.
Berdasarkan data terbaru, kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek itu mengakibatkan 103 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 48 orang mengalami luka ringan hingga berat dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia.
Alimantun Citra Lestari, salah satu korban meninggal, merupakan warga RT12, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi. Ia diketahui tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Jakarta.
Wali Kota Jambi, Maulana, turut mengunjungi rumah duka dan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Jasa Raharja memastikan seluruh hak almarhumah tersampaikan kepada ahli waris tanpa hambatan.
“Kami merasakan betul rasa duka itu sebagai orang tua yang ditinggalkan anaknya. Apalagi almarhumah sedang berjuang menuntut ilmu di Jakarta,” ungkapnya.
Maulana juga berharap semangat almarhumah dalam menempuh pendidikan menjadi amal jariah yang terus mengalir.
“Kami berdoa semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan,” tambahnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi