Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Makin Perkasa, Kereta Api Bertransformasi Jadi Bagian Pengalaman Wisata Modern

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 April 2026 | 10:38 WIB
Ilustrasi perjalanan kereta api di Jawa Timur. (JawaPos.com)
Ilustrasi perjalanan kereta api di Jawa Timur. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus menegaskan posisinya sebagai tulang punggung transportasi nasional sekaligus pemain kunci di sektor pariwisata. Inovasi berkelanjutan dinilai menjadi faktor utama yang membuat moda kereta api semakin diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa transformasi layanan KAI telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap perjalanan kereta api. Kini, perjalanan tak lagi sekadar mobilitas, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata.

Dalam kunjungannya ke Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (malam), Bambang melihat langsung peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang ditawarkan KAI. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti konkret kemajuan sektor transportasi berbasis rel di Indonesia.

“Ini bukti bahwa kereta api bisa diandalkan dari sisi pariwisata,” ujar Bambang di sela peninjauan, dikutip Antara.

Menurutnya, kereta api mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi massal dengan tarif terjangkau tanpa mengorbankan kenyamanan. Aspek keselamatan juga menjadi keunggulan utama yang terus dijaga secara konsisten.

“Dan ini betul-betul diakomodir oleh moda transportasi kereta api ini. Terbukti sampai dengan sekarang ini termasuk zero incident,” tegasnya.

Data menunjukkan tren yang menggembirakan. Jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api kini mendekati angka pengguna transportasi udara, yakni sekitar 200 ribu orang. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa layanan kereta api Indonesia telah mendapat pengakuan global.

Fenomena ini sekaligus memperkuat posisi KAI sebagai moda transportasi strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Selain layanan, integrasi teknologi juga menjadi sorotan. Bambang mengapresiasi penerapan sistem face recognition di sejumlah stasiun besar. Teknologi ini dinilai efektif dalam meningkatkan keamanan sekaligus transparansi layanan.

Ia mendorong agar sistem serupa segera diadopsi oleh moda transportasi lain, termasuk terminal bus dan bandara, guna mencegah praktik ilegal dalam penjualan tiket.

“Jadi, mereka masih membeli tiket di atas kendaraan atau di atas bus sehingga tiket sering tidak diberikan, tiket sering harganya lebih mahal bisa sampai dua kali lipat yang saya temukan,” ungkapnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#wisata #KAI #Kereta Api