Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diplomasi Energi Indonesia ke Rusia Berbuah Hasil, Pasokan Minyak Mentah Dipastikan Aman hingga 2026 dan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 17 April 2026 | 09:23 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok minyak mentah aman hingga Desember 2026 usai diplomasi ke Rusia. (Gemini AI)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok minyak mentah aman hingga Desember 2026 usai diplomasi ke Rusia. (Gemini AI)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Indonesia menunjukkan respons cepat dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Melalui langkah diplomasi energi strategis ke Rusia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak mentah (crude oil) bagi kebutuhan domestik berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Bahlil setibanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev. Dalam pertemuan itu, Rusia menyatakan komitmennya untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia melalui pasokan minyak mentah yang stabil dan berkelanjutan.

Bahlil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan energi. Pemerintah, menurutnya, tetap mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap kontrak impor, khususnya dalam memastikan harga yang kompetitif dan menguntungkan.

“Saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, Insyaallah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi dari kilang kita,” ujar Bahlil di Istana, Jakarta, Kamis (17/4/2026).

Selain menjamin ketersediaan pasokan, pemerintah juga memastikan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, harga BBM subsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah juga terus mendorong optimalisasi kapasitas kilang dalam negeri. Langkah ini dinilai penting agar pasokan minyak mentah yang telah diamankan dapat diolah secara maksimal dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa isu energi menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin beberapa waktu lalu.

Menurut Sugiono, Rusia merupakan mitra strategis bagi Indonesia, tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam bidang pertanian, perdagangan, dan ekonomi secara luas. Ia menekankan pentingnya kerja sama energi sebagai fondasi penguatan ketahanan nasional.

“Yang terpenting adalah kerja sama di bidang energi, yang diharapkan bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional,” ungkap Sugiono.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi energi Indonesia di tengah ketidakpastian global, sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara. Dengan strategi yang terukur, Indonesia berupaya menjaga stabilitas energi sekaligus memperkuat posisi ekonomi di tingkat internasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#minyak mentah #rusia #BBM Subsidi #indonesia