Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Proyek GITET 500 kV Kalipuro Banyuwangi Hampir Tuntas, Enam Trafo Raksasa Tiba di Dermaga Bulusan

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 9 April 2026 | 02:30 WIB
SANDAR: Kapal LCT Ayu 88 dengan muatan 150 ton travoa sandar di Dermaga Bulusan, Rabu (8/4). Travo tersebut untuk keperluan PSN milik PLN di Kalipuro. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
SANDAR: Kapal LCT Ayu 88 dengan muatan 150 ton travoa sandar di Dermaga Bulusan, Rabu (8/4). Travo tersebut untuk keperluan PSN milik PLN di Kalipuro. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Proyek pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Kalipuro di Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, terus menunjukkan progres signifikan. Proyek strategis nasional (PSN) milik PT PLN (Persero) itu kini tampak semakin mendekati tahap penyelesaian.

Hal itu ditandai dengan tibanya komponen utama gardu induk berupa enam unit trafo listrik raksasa di Dermaga Bulusan, Ketapang, pada Selasa malam (7/4).

Komponen tersebut diangkut menggunakan Kapal LCT Ayu 88 yang bersandar di dermaga untuk menurunkan muatan peralatan utama proyek kelistrikan nasional tersebut.

Kedatangan peralatan berat itu menjadi salah satu tahapan penting dalam percepatan penyelesaian proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026 ini.

Trafo-trafo tersebut nantinya akan menjadi bagian inti dari sistem operasional GITET 500 kV di Kecamatan Kalipuro.

Proyek pembangunan gardu induk bertegangan ekstra tinggi itu sendiri telah memulai groundbreaking pada Juni 2024 lalu.

PLN menargetkan proyek tersebut selesai dalam kurun waktu dua tahun sebagai bagian dari penguatan infrastruktur energi di ujung timur Pulau Jawa.

GITET 500 kV Kalipuro menjadi salah satu proyek besar di wilayah utara Banyuwangi yang dinilai strategis untuk menopang sistem kelistrikan regional.

Selain proyek gardu induk, kawasan Kalipuro juga menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang turut memperkuat pasokan energi di wilayah Jawa-Bali.

Secara keseluruhan, proyek ini masuk dalam skema penguatan sistem kelistrikan Jawa–Bali di bawah koordinasi Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali.

Keberadaan GITET 500 kV dinilai penting untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan industri, pariwisata, dan kebutuhan rumah tangga di Banyuwangi serta wilayah sekitarnya.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjungwangi, Budi Sanjoyo, membenarkan kedatangan kapal yang membawa komponen utama gardu induk tersebut.

Menurut dia, sesuai laporan yang diterima pihak syahbandar, kapal tersebut memuat enam unit trafo listrik dengan bobot masing-masing sekitar 150 ton.

“Ini bagian dari pengiriman komponen proyek strategis nasional milik PLN untuk pembangunan GITET 500 kV di Kalipuro,” ujarnya.

Dengan bobot total mencapai sekitar 900 ton, proses bongkar muat komponen diperkirakan membutuhkan penanganan khusus dan pengawasan ketat.

Budi menambahkan, kapal telah bersandar di Dermaga Bulusan sejak malam 7 April dan dijadwalkan tetap berada di lokasi hingga 12 April 2026.

“Kapal tercatat akan bersandar di dermaga pada 7 hingga 12 April,” pungkasnya.

Proses sandar kapal dilakukan atas persetujuan operator dermaga, yakni ASDP Ketapang, mengingat lokasi tersebut menjadi salah satu titik penting distribusi logistik proyek nasional.

Kedatangan trafo utama ini menjadi sinyal bahwa proyek GITET Kalipuro memasuki fase akhir pengerjaan.

Jika sesuai target, gardu induk tersebut akan mulai beroperasi pada tahun ini dan menjadi salah satu tulang punggung sistem transmisi listrik tegangan tinggi di kawasan Jawa Timur hingga Bali.

Dengan kapasitas 500 kV, gardu induk ini diproyeksikan mampu memperkuat stabilitas jaringan listrik, mengurangi risiko gangguan pasokan, serta mendukung pertumbuhan kebutuhan energi jangka panjang.

Bagi Banyuwangi, keberadaan proyek ini juga menjadi simbol percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional yang berdampak langsung terhadap investasi dan pengembangan kawasan utara. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#GITET 500 kV Kalipuro #Dermaga Bulusan Ketapang #trafo listrik Kalipuro #pln banyuwangi #Proyek Strategis Nasional