RADARBANYUWANGI.ID - Suasana duka menyelimuti kawasan Menteng, Jakarta Pusat, setelah jenazah Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, tiba di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Senin pagi (2/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, jenazah almarhum tiba sekitar pukul 09.20 WIB menggunakan mobil jenazah milik Komando Garnisun Tetap (Kogartap).
Kendaraan tersebut langsung memasuki halaman rumah duka untuk proses penurunan jenazah secara tertutup.
Kedatangan jenazah disambut keluarga besar yang telah lebih dahulu berada di lokasi. Sejumlah anggota keluarga terlihat mengikuti iring-iringan kendaraan dari belakang mobil jenazah hingga memasuki area kediaman.
Jenazah Langsung Dibawa ke Dalam Rumah Duka
Setibanya di lokasi, petugas segera menurunkan jenazah dari mobil ambulans sebelum dibawa masuk ke dalam rumah duka untuk disemayamkan.
Akses awak media dibatasi oleh petugas keamanan. Jurnalis hanya diperkenankan melakukan peliputan dari luar area rumah, sehingga suasana di dalam rumah duka belum dapat dipantau secara langsung.
Meski demikian, suasana haru terlihat dari keluarga dan pelayat yang mulai berdatangan secara bergantian untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Pengamanan di sekitar lokasi juga tampak diperketat mengingat almarhum merupakan tokoh nasional sekaligus mantan pejabat tinggi negara.
Sejumlah Pejabat Negara Mulai Berdatangan
Tak lama setelah jenazah tiba, sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara terlihat hadir di rumah duka.
Di antara yang terpantau datang adalah mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto serta Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdian panjang Try Sutrisno kepada bangsa dan negara.
Kedatangan para pejabat berlangsung secara bergantian dengan pengawalan terbatas untuk menjaga ketertiban di kawasan permukiman tersebut.
Warga sekitar juga tampak berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan prosesi kedatangan jenazah, menunjukkan besarnya penghormatan masyarakat terhadap sosok almarhum.
Wafat di RSPAD Gatot Soebroto
Sebelumnya, kabar wafatnya Try Sutrisno disampaikan pihak keluarga melalui pernyataan resmi pada Senin pagi.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan medis.
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'uun. Telah meninggal dunia ayah/kakek/buyut/kakak kami, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno bin Subandi di RSPAD jam 06.58 WIB,” demikian pernyataan keluarga besar almarhum.
Sebelum dibawa ke kediaman pribadi di Menteng, jenazah terlebih dahulu dimandikan di rumah duka RSPAD sesuai prosedur penghormatan militer.
Tokoh Penting Era Orde Baru
Try Sutrisno dikenal sebagai salah satu tokoh militer berpengaruh dalam sejarah Indonesia.
Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto.
Sebelumnya, ia memiliki karier panjang di dunia militer dan pernah menduduki jabatan Panglima ABRI.
Pengabdiannya selama puluhan tahun menjadikannya figur penting dalam perjalanan stabilitas nasional pada era pembangunan Orde Baru.
Kepergiannya memunculkan gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, tokoh militer, hingga masyarakat luas.
Rumah Duka Jadi Pusat Penghormatan
Rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6 kini menjadi pusat penghormatan terakhir bagi pelayat yang ingin memberikan doa dan penghormatan kepada almarhum.
Petugas keamanan bersama aparat TNI dan kepolisian mengatur arus kedatangan tamu untuk memastikan prosesi berlangsung tertib dan khidmat.
Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga masih melakukan koordinasi terkait rangkaian prosesi selanjutnya, termasuk jadwal resmi pemakaman yang akan diumumkan kemudian.
Kepergian Try Sutrisno bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi bangsa Indonesia yang pernah menyaksikan pengabdian panjangnya dari dunia militer hingga kursi Wakil Presiden Republik Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin