Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ratusan Kios Terbakar, Ini Langkah Pemprov DKI Tangani Pasar Induk Kramat Jati, Pastikan Tak Ganggu Stok Pangan Jakarta Jelang Nataru

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:50 WIB
Pemprov DKI siapkan relokasi pedagang Pasar Induk Kramat Jati pascakebakaran.
Pemprov DKI siapkan relokasi pedagang Pasar Induk Kramat Jati pascakebakaran.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan langkah cepat penanganan dampak kebakaran yang melanda Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Upaya tersebut mencakup penyediaan lokasi relokasi sementara bagi pedagang terdampak serta jaminan penggantian kerugian melalui skema asuransi.

Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyampaikan bahwa pihak pengelola menargetkan dalam waktu tiga hari ke depan lokasi penampungan sementara sudah dapat digunakan.

Langkah ini diambil agar para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas perdagangan seperti biasa sembari menunggu proses perbaikan kios yang terdampak kebakaran.

Lokasi relokasi berada di kawasan sekitar gedung pengelola Pasar Jaya, tepatnya di sisi selatan area tersebut.

Agus memastikan area tersebut mencukupi untuk menampung seluruh pedagang yang terdampak, sehingga roda distribusi dan aktivitas jual beli tetap berjalan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kerugian pedagang akibat kebakaran akan ditanggung oleh asuransi.

Informasi tersebut diperoleh setelah dirinya menerima laporan langsung dari jajaran direksi Perumda Pasar Jaya.

Menurut Pramono, skema asuransi setidaknya mencakup kerugian atas barang dagangan yang terbakar, meskipun detail terkait perlindungan terhadap kerugian lain, seperti uang tunai, masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Dari sisi ketahanan pangan, Pramono memastikan kebakaran tersebut tidak memengaruhi ketersediaan stok pangan di Jakarta, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

Ia menyebutkan bahwa stok pangan tahun ini berada dalam kondisi aman dan bahkan cenderung berlebih.

Dengan demikian, tidak ada alasan terjadinya gangguan pasokan maupun kenaikan harga komoditas.

Pasokan buah-buahan, seperti pepaya dan pisang, dipastikan tetap stabil.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan tidak akan terjadi lonjakan harga akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Sebagai informasi, kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati menghanguskan sekitar 350 kios buah dan makanan dengan estimasi kerugian mencapai Rp10 miliar.

Peristiwa ini dilaporkan pada pagi hari dan berhasil dipadamkan setelah pengerahan puluhan unit mobil pemadam kebakaran serta puluhan personel di lokasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Pemprov DKI Jakarta #Nataru #kebakaran #pasar induk kramat jati