RADARBANYUWANGI.ID - Biografi lengkap Doni Monardo — militer, kepala BNPB, wafat 2023. Kini masyarakat merindukannya saat bencana melanda.
Profil & Perjalanan Hidup Sang Jenderal
Doni Monardo (10 Mei 1963 – 3 Desember 2023) dikenal sebagai salah satu tokoh militer dan kemanusiaan paling dikenang di Indonesia.
Perjalanan hidupnya mencerminkan dedikasi tinggi, pengabdian panjang, dan citra kepemimpinan yang santun — membuatnya tetap dirindukan, terutama saat bangsa menghadapi bencana.
Kronologi Kehidupan & Karier
1963–1985: Awal Kehidupan & Latar Belakang
- Doni lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 10 Mei 1963. Meskipun lahir di Jawa, darahnya dari Minangkabau — sang ayah, Nasrul Saad, adalah perwira TNI dari Lintau, Tanah Datar; ibunya dari Sungai Tarab, Tanah Datar.
- Karena tugas ayah sebagai prajurit, masa kecilnya kerap berpindah — ia tumbuh besar di Aceh (Meulaboh, Lhokseumawe), sebelum kemudian menetap di Sumatera Barat dan menamatkan SMA di SMA Negeri 1 Padang pada 1981.
- Selepas lulus SMA, Doni mengikuti jejak sang ayah dengan masuk ke Akademi Militer (Akmil), dan resmi lulus pada 1985.
1985–2001: Karier Militer Awal & Kiprah di Korps Khusus
- Setelah lulus Akmil, Doni langsung ditempatkan di Kopassus — korps pasukan khusus TNI AD.
- Ia bertugas di Kopassus dari sekitar 1986 hingga 1998, termasuk dalam penugasan di daerah konflik, seperti Aceh dan Timor Timur.
- Pada 1999, Doni ditugaskan ke batalyon Raider di Bali — bagian dari restrukturisasi tugas di lingkungan infanteri.
- Sekitar tahun 2001, ia mulai memasuki lingkungan yang lebih strategis: masuk ke Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden), menandai pergeseran dari tugas tempur ke keamanan presiden.
Baca Juga: BRI: Indeks Bisnis UMKM Q3-2025 Tetap Ekspansif di 101,9, Optimisme Q4 Meningkat Tajam
2001–2014: Dari Paspampres ke Kodam — Mendaki Tangga Karier
- Di Paspampres, Doni menduduki berbagai posisi hingga akhirnya dilantik sebagai Komandan Paspampres ke-20 pada 15 Juni 2012.
- Ia menjabat Danpaspampres hingga 5 September 2014.
- Setelah itu, kariernya kembali menanjak di lingkungan militer elit — pada 5 September 2014, Doni diangkat sebagai Komandan Jenderal Kopassus ke-27.
- Di bawah komandonya, Kopassus terus menjadi korps elite, sementara reputasi Doni sebagai perwira disiplin dan berpengalaman semakin menonjol.
2015–2018: Periode Kodam dan Transisi ke Peran Sipil
- Menyusul purna tugas di Kopassus, pada 25 Juli 2015 Doni ditugaskan sebagai Panglima Kodam XVI/Pattimura, membawahi wilayah Maluku & Maluku Utara.
- Ia memimpin Kodam Pattimura hingga 27 Oktober 2017.
- Setelah itu, Doni dipercaya memimpin Kodam III/Siliwangi — wilayah Jawa Barat & Banten — sebagai Pangdam ke-41 sejak 27 Oktober 2017 sampai 19 Maret 2018.
- Lalu, pada 14 Maret 2018, ia mulai beralih ke peran sipil — diangkat menjadi Sekretaris Jenderal pada Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) sebelum akhirnya dipilih ke jabatan nasional berikutnya.
2019–2021: Puncak Karier Sipil — Kepala BNPB & Ketua Satgas Nasional
- Puncak karier sipil Doni terjadi ketika ia resmi dilantik sebagai Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) pada 9 Januari 2019 oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.
- Jabatan ini menandai tanggung jawab besar: memimpin penanggulangan bencana alam dan non-alam, mitigasi, koordinasi nasional, serta kesiapsiagaan bencana di seluruh Indonesia.
- Saat pandemi global melanda pada 2020, Doni dipercaya sebagai Ketua Satgas Penanganan COVID-19, memimpin tanggap darurat kesehatan nasional.
- Lewat kepemimpinannya di BNPB, Doni dikenal aktif mengkampanyekan mitigasi bencana berbasis lingkungan — termasuk pelestarian alam dan penanaman pohon — sebagai strategi jangka panjang menghadapi bencana berulang.
- Masa jabatannya di BNPB dan Satgas COVID-19 berakhir 25 Mei 2021.
2021–2023: Purna Tugas & Aktivitas Purnawirawan
- Setelah purna tugas aktif, pada 2021 Doni dipercaya memimpin Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) periode 2021–2026 sebagai Ketua Umum.
- Meskipun purnawirawan, reputasi dan pengaruhnya tetap besar — ia tetap dihormati banyak kalangan atas dedikasi dan pengalaman panjangnya.
2023: Wafat & Penghormatan Terakhir
- Pada 3 Desember 2023, Doni Monardo wafat di RS Siloam Semanggi, Jakarta, pukul 17.35 WIB, pada usia 60 tahun.
- Berita kepergiannya memicu duka nasional — banyak pejabat, kolega, dan masyarakat menyampaikan belasungkawa termasuk Presiden RI.
- Upacara penghormatan terakhir berlangsung dengan prosesi militer. Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, memimpin penghormatan dan prosesi pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Warisan, Citra Publik & Kerinduan Setelah Kepergian
- Selama hidupnya, Doni dikenal sebagai pemimpin “turun ke lapangan”: tegas, disiplin — khas militer — tapi juga humanis dan peduli terhadap kemanusiaan, terutama dalam penanggulangan bencana dan mitigasi lingkungan.
- Saat menjabat di BNPB dan Satgas COVID-19, kualitas komunikasi dan kecepatan responsnya membuat banyak masyarakat merasa aman — menciptakan rasa kepercayaan dan stabilitas di tengah krisis.
- Setelah wafatnya, banyak pihak menyuarakan kerinduan terhadap figur seperti Doni — terutama ketika bencana terjadi. Media menyebut warisan kepemimpinannya sebagai “teladan” dalam mitigasi, koordinasi, dan respons cepat terhadap bencana.
- Dalam situasi darurat seperti bencana hidrometeorologi di masa kini, publik kembali mengenang Doni sebagai sosok yang ideal — kombinasi militer, kepemimpinan sipil, empati, dan determinasi.
Mengapa Kisah Doni Monardo Penting untuk Diingat?
- Biografi Doni membuktikan bahwa seorang perwira militer bisa bertransformasi jadi pemimpin sipil yang efektif — membawa pengalaman militer, kedisiplinan, dan kemampuan koordinasi ke layanan publik.
- Kepemimpinannya menunjukkan bahwa penanggulangan bencana bukan sekadar soal logistik, tetapi juga mitigasi jangka panjang, pelestarian lingkungan, dan edukasi kepada masyarakat — aspek krusial di negara rawan bencana seperti Indonesia.
- Warisannya tetap relevan — terutama saat bangsa menghadapi krisis: bencana alam, pandemi, krisis iklim — menunjukkan bahwa figur dengan integritas, empati, dan tindakan nyata sangat dirindukan.
- Kerinduan publik terhadap sosok seperti Doni saat ini menjadi pengingat bahwa manusia dan kepemimpinan bukan sekadar jabatan — tetapi panutan, rasa aman, dan kepercayaan di masa sulit. (*)