Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Pasuruan–Probolinggo 43,7 Km: Jalan Kilat Ekonomi dan Wisata Jawa Timur

Ali Sodiqin • Senin, 24 November 2025 | 15:52 WIB

Gerbang tol Pasuruan.
Gerbang tol Pasuruan.

RADARBANUWANGI.ID - Pembangunan infrastruktur jalan tol di Provinsi Jawa Timur terus melesat.

Sejumlah jalan tol yang telah beroperasi maupun masih dalam tahap konstruksi kini menjadi penggerak roda ekonomi dan akselerator konektivitas antardaerah.

Salah satu yang paling strategis adalah Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan panjang 43,7 kilometer, yang kini menjelma menjadi jalur kilat ekonomi sekaligus akses utama menuju wisata unggulan di kawasan timur Jawa.

Tol yang menghubungkan Kabupaten Pasuruan hingga Probolinggo itu menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa.

Tidak hanya mempercepat pergerakan kendaraan, keberadaan tol ini juga mempermudah akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo–Tengger–Semeru, kawasan wisata yang menjadi primadona wisatawan dalam dan luar negeri.

Tol Paspro diresmikan pada 10 April 2019 oleh Presiden Joko Widodo.

Proyek tersebut dikelola oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol dengan tiga gerbang utama, yaitu GT Tongas, GT Probolinggo Barat, dan GT Probolinggo Timur.

Ketiga gerbang ini menjadi simpul penting mobilitas masyarakat, dunia usaha, hingga sektor pariwisata.

Mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut tol ini sebagai proyek strategis dengan nilai investasi mencapai Rp 4,8 triliun.

Investasi besar tersebut digunakan untuk membangun tiga seksi utama yang kini menjadi penopang distribusi logistik dan transportasi di kawasan tapal kuda.

Dengan beroperasinya Tol Paspro, pemerintah mematok target pemangkasan waktu tempuh dari Surabaya ke Probolinggo yang sebelumnya bisa mencapai 3–3,5 jam, kini terpangkas drastis menjadi hanya 1–1,5 jam.

Dampaknya langsung terasa pada percepatan distribusi barang, pertumbuhan kawasan ekonomi baru, hingga peningkatan mobilitas masyarakat.

Dampak Ekonomi Semakin Terasa

Kantor Staf Presiden (KSP) dalam keterangannya menyebut keberadaan Tol Paspro akan memperkuat kawasan pertumbuhan ekonomi baru di tapal kuda.

Tenaga Ahli Utama KSP, Helson Siagian, menegaskan optimisme pemerintah terhadap dampak positif tol tersebut.

“Kita optimistis Tol Pasuruan–Probolinggo mampu menggerakkan roda perekonomian di kawasan Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Helson, kehadiran tol tersebut akan memicu pertumbuhan UMKM, mempercepat logistik pertanian dan perikanan, hingga memperluas pasar industri lokal.

Akses Vital ke Wisata Bromo–Tengger–Semeru

Direktur Utama PT Trans Jawa Paspro, Mulya Setiawan, dalam siaran pers tanggal 23 November 2025, menyampaikan bahwa Tol Paspro kini menjadi pintu masuk utama menuju kawasan wisata Bromo–Tengger–Semeru.

“Tol Paspro sepanjang 43,7 km menghubungkan Pasuruan hingga Probolinggo, menjadi salah satu ruas utama Jalan Tol Trans Jawa yang merupakan pintu masuk kawasan wisata Bromo–Tengger–Semeru,” terangnya.

Mulya menambahkan bahwa dengan meningkatnya aksesibilitas menuju kawasan wisata tersebut, pergerakan wisatawan dari Surabaya, Malang, hingga kota-kota lain di Jawa Tengah semakin lancar.

Selain itu, pelaku wisata lokal maupun pelaku usaha akomodasi mendapat keuntungan besar dari penurunan waktu tempuh serta meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas.

Dengan demikian, tol sepanjang 43,7 kilometer ini bukan hanya menjadi jalur cepat, tetapi juga pengungkit ekonomi dan akses utama pariwisata Jawa Timur.

Nilai investasi Rp 4,8 triliun yang digelontorkan pemerintah bersama badan usaha kini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #pasuruan #pangkas waktu #wisata jawa timur #kawasan strategis pariwisata nasional #presiden joko widodo #probolinggo #Tol Paspro