Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Uji Laik Fungsi Tol Kutepat Rampung, Akses Medan–Danau Toba Hanya 2 Jam: Hamawas Targetkan Operasi Nataru

Ali Sodiqin • Kamis, 20 November 2025 | 21:29 WIB
Proses Uji Laik Fungsi segmen Tol Kutepat Sinaksak–Simpang Panei oleh Hamawas bersama BPJT, Kemenhub, Korlantas, dan BBPJN Sumut.
Proses Uji Laik Fungsi segmen Tol Kutepat Sinaksak–Simpang Panei oleh Hamawas bersama BPJT, Kemenhub, Korlantas, dan BBPJN Sumut.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) kembali mencatat progres penting.

PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), resmi menuntaskan rangkaian Uji Laik Fungsi (ULF) untuk Seksi 4 Dolok Merawan – Pematang Siantar, tepatnya pada segmen Sinaksak – Simpang Panei sepanjang 13 kilometer.

Pengujian dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin–Rabu (17–19/11/2025).

ULF ini menjadi babak krusial sebelum terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang membuka jalan bagi pengoperasian penuh ruas tol tersebut, yang ditargetkan bisa melayani masyarakat pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Melibatkan Banyak Instansi Strategis

Proses ULF yang digelar Hamawas melibatkan berbagai lembaga teknis dan regulator, mulai dari:

ULF ini berlangsung pada jalur A dan B di Km 131+078 hingga Km 143+400.

Sub Tim 1: Pemeriksaan Teknis di Lapangan

ULF dibuka dengan peninjauan lapangan oleh Sub Tim 1, yang terdiri dari unsur Kementerian PUPR, Ditjen Hubdat, dan Korlantas Polri.
Fokus pemeriksaan meliputi:

Setiap temuan dicatat sebagai bagian dari observasi yang akan menjadi bahan evaluasi minor.

Sub Tim 2: Administrasi dan Operasional

Selain aspek teknis, Sub Tim 2 juga turun melakukan audit administratif, termasuk:

Semua aspek ini menjadi syarat wajib untuk memastikan kesiapan operasional sebelum tol dibuka untuk umum.

Hasil ULF Dibahas di Rapat Pleno

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan, hasil observasi dibahas dalam Rapat Pleno ULF yang digelar Rabu (19/11/2025).

Rapat ini menyimpulkan bahwa ruas Sinaksak – Simpang Panei secara umum telah memenuhi standar, meski ditemukan beberapa catatan minor yang tengah dirampungkan Hamawas.

Hamawas Optimistis SLO Segera Terbit

Direktur Utama PT Hamawas, Dindin Solakhuddin, menegaskan bahwa ULF merupakan pintu terakhir sebelum tol resmi beroperasi.

“Seluruh rangkaian ULF selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus evaluasi minor. Kami optimistis SLO segera terbit sehingga ruas Sinaksak–Simpang Panei bisa beroperasi pada momen Nataru 2025/2026,” ujar Dindin.

Menurutnya, ULF tidak hanya memeriksa kelengkapan teknis, tetapi memastikan semua elemen di jalan tol bekerja secara terpadu.

“Ini bukan sekadar soal standar teknis. Kami ingin memastikan jalan tol ini membuka peluang baru—mempermudah mobilitas, memperkuat ekonomi kawasan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.

Segmen Strategis Penghubung Kawasan Wisata

Dari sudut pandang regulator, Kepala Subdirektorat PJBH, Fahmi Aldiamar, menilai ruas Sinaksak–Simpang Panei memiliki nilai strategis tinggi.

“Segmen ini akan mendukung konektivitas antarwilayah dan menjadi jalur penting menuju kawasan wisata Danau Toba,” jelas Fahmi.

Keberadaan ruas ini juga akan memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya dalam mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Pematang Siantar—wilayah perkotaan terbesar kedua di Sumut.

Perjalanan Medan – Danau Toba Turun dari 6 Jam Jadi 2 Jam

Salah satu dampak terbesar dari kehadiran Tol Kutepat adalah efisiensi waktu tempuh.

Jika sebelumnya perjalanan Medan – Danau Toba membutuhkan sekitar 6 jam, kelak hanya akan memakan waktu sekitar 2 jam.

Tol Kutepat diproyeksikan memberikan manfaat besar:

Baca Juga: Dalil Gugatan Nany Widjaja Dimentahkan Ahli UGM: Perjanjian Nominee Jawa Pos Sah dan Tidak Melanggar Hukum

Konektivitas dan Ekonomi Kawasan Diprediksi Melesat

Dengan akses yang lebih cepat dan aman, kehadiran Tol Kutepat dipandang sebagai katalisator pertumbuhan kawasan Sumatera Utara.

Jalan tol ini tidak hanya menjadi prasarana fisik, tetapi medium untuk mendorong:

Ruas Sinaksak–Simpang Panei menjadi segmen penting yang akan membuka manfaat besar bagi masyarakat, dunia usaha, maupun sektor pariwisata. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Humawas #jalan tol #Libur Nataru #Kuala Tanjung #tebing tinggi #parapat #target operasi nataru #Tol Kutepat #tol dibuka fungsional