Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bangga! Desa Wisata Kemiren Banyuwangi Masuk Jajaran Desa Wisata Terbaik Dunia Versi UN Tourism 2025

Sigit Hariyadi • Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:45 WIB

Perwakilan Desa Kemiren Muhamad Nanda Al Hakim Akbar menunjukkan sertifikat The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari (UN Tourism di Huzhou, Tiongkok, Jumat (17/10).
Perwakilan Desa Kemiren Muhamad Nanda Al Hakim Akbar menunjukkan sertifikat The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari (UN Tourism di Huzhou, Tiongkok, Jumat (17/10).

RADARBANYUWANGI.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih Banyuwangi di kancah internasional.

Desa Wisata Adat Oseng Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, resmi ditetapkan oleh United Nations Tourism (UN Tourism) atau Badan Pariwisata PBB sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia 2025.

Desa Kemiren meraih penghargaan bergengsi The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025, yang diumumkan dalam ajang Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting di Huzhou, Tiongkok, Jumat (17/10).

Ajang internasional tersebut diikuti lebih dari 270 desa wisata dari 65 negara anggota UN Tourism.

Seluruh peserta menjalani proses seleksi ketat oleh dewan ahli independen yang menilai berdasarkan sejumlah kriteria, seperti pelestarian sumber daya alam dan budaya, keberlanjutan ekonomi, pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat, hingga keamanan dan tata kelola destinasi.

Dari hasil seleksi, terpilih 72 desa wisata terbaik dunia, yang terdiri dari 52 Best Tourism Villages dan 20 Best Tourism Villages Upgrade Programme.

Desa Kemiren menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang berhasil masuk kategori Upgrade Programme 2025.

Dengan penghargaan ini, Desa Kemiren resmi menjadi bagian dari jaringan destinasi pedesaan global UN Tourism.

Sekretaris Jenderal UN Tourism, Zurab Pololikashvili, menegaskan bahwa pariwisata memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat pedesaan.

“Pariwisata mampu menjadi katalis pembangunan inklusif dan berkeadilan. Desa wisata terbaik dunia menunjukkan bagaimana komunitas lokal dapat melestarikan budaya sambil menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Desa Kemiren sendiri dikenal sebagai desa adat suku Oseng, suku asli Banyuwangi yang masih memegang kuat tradisi dan kearifan lokal. Keunikan budaya Oseng terlihat dari bahasa, arsitektur rumah tradisional, hingga ritual adat seperti Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, dan mocoan Lontar Yusuf.

Selain sebagai destinasi wisata budaya, Desa Kemiren juga menjadi pusat pelestarian tradisi Oseng yang semakin langka di tengah arus modernisasi. Di desa ini terdapat sanggar tari Gandrung, yang menjadi ikon seni Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa bangga atas pengakuan dunia terhadap Desa Kemiren.

“Prestasi ini adalah buah dari semangat gotong royong dan komitmen masyarakat dalam menjaga budaya dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ipuk, pencapaian ini membuktikan bahwa desa dengan akar budaya kuat bisa maju dan mendunia tanpa kehilangan jati diri.

“Kemiren telah menjadi inspirasi bagi desa lain. Kami akan terus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif, berbasis budaya, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Dalam ajang internasional tersebut, Banyuwangi diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto serta perwakilan Desa Kemiren Muhamad Nanda Al Hakim Akbar.

Penghargaan ini melanjutkan tradisi prestasi global Banyuwangi di sektor pariwisata.

Sebelumnya, pada tahun 2016, Banyuwangi juga pernah meraih UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism (kini UN Tourism) untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola, mengalahkan nominator dari Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#wisata terbaik dunia #The Best Tourism Villages #tiongkok #desa kemiren #UN Tourism #banyuwangi