Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Quality Time Bersama Wali Murid, Lazuardi Tursina Banyuwangi Perkuat Filosofi Pendidikan Welas Asih

Sigit Hariyadi • Kamis, 11 September 2025 | 23:16 WIB
SAMAKAN PERSEPSI: Pendiri Lazuardi Tursina Haidar Bagir menyampaikan paparan pada para penyelenggara pendidikan di Lazuardi Tursina Banyuwangi dan para wali murid pada Rabu (10/9).
SAMAKAN PERSEPSI: Pendiri Lazuardi Tursina Haidar Bagir menyampaikan paparan pada para penyelenggara pendidikan di Lazuardi Tursina Banyuwangi dan para wali murid pada Rabu (10/9).

 

RADARBANYUWANGI.ID - Pendidikan yang mengedepankan welas asih (compassionate) terus dikembangkan oleh Lazuardi Tursina Banyuwangi. Lembaga pendidikan dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, terus memperkuat filosofi tersebut ke seluruh pihak, khususnya kepada para wali murid.

Sebagai upaya penguatan prinsip welas asih tersebut, pihak Lazuardi Tursina Banyuwangi menghadirkan langsung pendiri Lazuardi Tursina Haidar Bagir pada Rabu (10/9). Salah satu intelektual terkemuka di Indonesia itu, menjabarkan filosofi pendidikan welas asih yang dianut oleh Lazuardi Tursina.

“Dalam Islam puncak beragama adalah ihsan. Welas asih merupakan bentuk nyata dari ihsan itu sendiri. Tak sekadar ber-Islam atau pun beriman, tapi harus ihsan. Harus welas asih,” terang Haidar.

Welas asih tersebut, lanjut Haidar, tak berarti mengabaikan prestasi material. Untuk mewujudkan welas asih diperlukan figur yang excellent (prestasi terbaik). “Untuk itu, anak-anak terus didorong berprestasi sesuai dengan passion-nya. Bagaimana seseorang bisa berwelas asih, membantu sesama, jika ia tidak memiliki kemampuan?” terangnya.

Sekretaris Dispendik Alfian menghadiri quality time bareng wali murid Lazuardi Tursina Banyuwangi
Sekretaris Dispendik Alfian menghadiri quality time bareng wali murid Lazuardi Tursina Banyuwangi

Oleh karena itu, Haidar menjabarkan bahwa siswa Lazuardi tak semata didorong meraih kesuksesan. Tapi, harus benar-benar kesuksesan yang penuh makna (meaningful success). Menurutnya, kesuksesan itu bisa berdampak buruk (bitter success), seperti banyak pesohor yang justru bunuh diri di puncak karirnya. Juga bukan kesuksesan yang menyebabkan celaka bagi liyan (toxic success), seperti halnya kekayaan dari hasil korupsi atau kejahatan.

“Jadi, sekolah di Lazuardi harus bertujuan untuk meraih kebahagiaan. Bahagia ini adalah sukses yang plus-plus. Pasti penuh makna (meaningful), pasti berdampak positif,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Lazuardi Tursina Banyuwangi Nur Wiarsih menegaskan, acara tersebut untuk menyamakan frekuensi antara penyelenggara pendidikan di Lazuardi dengan para wali murid. Dengan membangun quality time bersama tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang baik.

“Kami menyadari sebaik apa pun sistem pendidikan yang dibangun, tanpa adanya dukungan dari orang tua (wali murid), tentu akan sulit untuk mencapai hasil yang ideal. Pertemuan seperti ini merupakan bagian rutin dari upaya mewujudkan pendidikan yang maksimal,” ungkapnya.

Lazuardi Tursina Banyuwangi merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Mabadiul Ihsan. Lazuardi Turnisa Banyuwangi berjejaring secara nasional dengan Lazuardi Global Compassionated School Cinere yg dirintis oleh Haidar Bagir. Mengedepankan nilai compassionate (welas asih) dan excellent (prestasi terbaik) sekaligus menerapkan kurikulum University of Cambridge International Examinations (CIE) Inggris dalam pengajarannya. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#Welas Asih #Lazuardi #banyuwangi