RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Keuangan Purbaya, yang baru dilantik, menyampaikan pidato perdana di hadapan Komisi XI DPR.
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa setiap krisis ekonomi selalu membawa pelajaran berharga bagi Indonesia.
Krisis Dijadikan Guru
Purbaya mengulas tiga periode penting. Pada krisis 1997–1998, kebijakan moneter dan fiskal saling bertolak belakang sehingga memperparah kehancuran ekonomi.
Pada krisis global 2008–2009, pemerintah justru berhasil menjaga pertumbuhan lewat ekspansi fiskal dan penurunan suku bunga.
Sedangkan saat pandemi COVID-19, koordinasi fiskal dan moneter sempat tersendat, namun kemudian diperbaiki melalui percepatan stimulus dan pengembalian dana ke sistem perbankan.
Menurut Menkeu, pengalaman tersebut membuktikan pentingnya membaca pertumbuhan uang primer (base money), bukan sekadar tingkat suku bunga.
Sorotan Ekonomi Terkini
Menkeu juga menyinggung perlambatan ekonomi 2023–2024 yang bukan semata akibat gejolak global.
Ia menilai ada kesalahan kebijakan domestik: penahanan belanja APBN, dana pemerintah terlalu lama parkir di Bank Indonesia, serta penyerapan likuiditas agresif oleh BI.
“Kita membiayai pelemahan ekonomi kita sendiri,” tegasnya.
Strategi Perbaikan
Purbaya menawarkan strategi perbaikan dalam lima langkah:
-
Quick Wins – percepatan belanja APBN, pengembalian dana pemerintah ke perbankan, serta menjaga base money tetap tumbuh.
-
Koordinasi Fiskal dan Moneter – menghindari kebijakan yang saling bertabrakan.
-
Pemberdayaan Swasta – memberi ruang bagi pelaku usaha agar kembali menjadi motor ekonomi.
-
Monitoring Anggaran – konferensi pers rutin dan tim teknis khusus untuk percepatan penyerapan.
-
Dorongan Investasi – membentuk tim khusus untuk mengurai bottleneck investasi.
Target Pertumbuhan 6%
Dengan kombinasi fiskal ekspansif dan moneter yang mendukung, Menkeu menargetkan ekonomi bisa kembali tumbuh di kisaran 6%, setara era Presiden SBY.
“Dua mesin, fiskal dan moneter, harus hidup bersamaan. Jika hanya satu yang bekerja, ekonomi akan pincang,” ujarnya, sembari meminta dukungan DPR.
Pidato Purbaya pun menjadi sorotan karena membawa optimisme baru di tengah perlambatan ekonomi. (*)
Editor : Ali Sodiqin