RADARBANYUWANGI.ID – Aksi damai menjaga Banyuwangi dari gangguan keamaman terus dilaksanakan. Kali ini dilakukan oleh Forum Komunitas Pemuda Lintas Agama Banyuwangi. Selasa malam (2/9), puluhan pemuda menggelar doa bersama di Taman Makan Pahlawan Wisma Raga Satria.
Doa bersama juga dihadiri Bupati Ipuk Fiestiandani, jajaran Forkopimda, dan berbagai organisasi pemuda lintas agama. Di di antaranya GP Ansor, Pemuda Katolik, DPC Gamki, Pemuda LDII, Pemuda Muhammadiyah, DPK Peradah, Pemuda Konghucu, dan Pemuda GKJW. Mereka duduk sama rendah, berdiri sama tinggi demi terciptanya keamanan Banyuwangi.
Doa bersama tidak hanya dipanjatkan untuk kebaikan Banyuwangi, tetapi juga mendoakan para tokoh dan masyarakat yang telah wafat maupun yang sedang sakit.
Bupati Ipuk mengapresiasi inisiatif positif dari para pemuda. Ia menegaskan, kegiatan lintas agama ini menjadi bukti bahwa aspirasi bisa disampaikan dengan cara-cara yang damai, guyub, dan khidmat.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pemuda lintas agama. Kegiatan ini bukan sekadar doa, tetapi juga teladan bahwa aspirasi dapat disampaikan tanpa konflik,” ujarnya.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Arvy Rizaldi menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga stabilitas daerah.
Ia menegaskan bahwa GP Ansor telah menginstruksikan seluruh kader, simpatisan, dan anggota di tingkat desa agar menjaga lingkungannya dari provokasi yang berpotensi mengganggu ketentraman masyarakat.
“Melalui acara ini, kami tidak berbicara soal perbedaan, tetapi tentang visi dan misi membangun Banyuwangi. Dengan begitu, pertumbuhan Banyuwangi bisa lebih baik dan berkembang pesat,” ungkap Arvy.
Koordinator Lapangan kegiatan doa bersama M. Habli Hasan menjelaskan, eskalasi politik aksi massa yang terjadi akhir-akhir ini sesungguhnya barmula dari tuntutan kebijakan elit pemerintah untuk lebih inklusif dan demokratis.
Faktanya sebagaian kemudian bergeser menuju tindakan anomali dan destruktif yang mengarah pada perilaku yang bertentangan dengan nilai, etika dan hukum yang berlaku.
”Kita sudah banyak mendapatkan informasi, bahwa pergeseran aksi yang bermula pada kontruksi demokrasi yang kemudian sebagaian menjelma menjadi tindakan anakhisme. Kita harus waspada, jangan sampai menjadi korban akibat agenda terselubung (hidden agenda) kepentingan politik mereka,’’ kata Habli.
Untuk melokalisir tindakan anarkisme aksi massa dan tetap menjaga perdamaian di wilayah Banyuwangi, Forum Pemuda Lintas Agama berupaya membangun narasi dengan menyuarakan tagar #Bersama Jaga Banyuwangi#.
”Kami berharap seluruh elemen sosial di Kabupaten Banyuwangi, khusunya elemen pemerintah, baik eksekutif dan legislatif, mampu menjadi wadah aspirasi dan inspirasi. Kami yakin Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk dengan seluruh jajaran pemerintahannya serta peran kuat legislatif akan bisa melampaui itu semua,’’ kata Habli.
Ketua Pemuda Katolik Banyuwangi, Marcelinus Florianus Gadi Gaa mengatakan, semangat menjaga kondusivitas bukan hanya untuk Banyuwangi, tetapi juga untuk Indonesia.
Menurutnya, dinamika sosial politik yang berkembang akhir-akhir ini harus segera direspons dengan sikap waspada, terutama oleh kalangan pemuda lintas agama. (cw5-Dalila Adinda/aif)
Editor : Ali Sodiqin