RADARBANYUWANGI.ID - Lumpuhnya jalur utara dan selatan Banyuwangi dimanfaatkan para pengendara mencari jalan alternatif. Jalan yang dipilih adalah lewat Ijen.
Bagi pengguna jalan yang tidak mau terjebak kemacetan di Ketapang, memang disarankan lewat Ijen.
Setelah melewati Ijen, pengguna jalan tujuan Surabaya atau Jember bisa lewat Situbondo maupun Bondowoso.
Begitu juga sebaliknya yang dari arah Surabaya maupun Jember. Sayangnya, jika lewat Ijen banyak tanjakan dan tikungan tajam. Jika driver kurang mahir, disarankan tidak lewat di jalur ”neraka” tersebut.
Jalan alternatif tersebut sudah banyak diketahui pengguna jalan. Saking banyaknya kendaraan yang lewat, jalan menuju Ijen juga tersendat. Pantauan Radar Banyuwangi pada pukul 13.30 Kamis (24/7), kemacetan di kawasan Ijen mulai terjadi sejak pagi hingga sore.
Jalanan yang seharusnya digunakan sebagai jalur wisata, kini dipadati berbagai jenis kendaraan.
Mulai mobil pribadi, travel, hingga truk bermuatan berat. Kendaraan-kendaraan besar terpaksa melintasi jalur berbahaya ini lantaran tidak ada pilihan lain setelah dua jalur utama, Gumitir ditutup dan jalan pantura Ketapang-Situbondo lumpuh total.
Fajar, salah seorang sopir truk bermuatan udang yang ingin menuju Surabaya mengungkapkan, ia terpaksa melewati jalur Ijen karena kemacetan parah di jalur Ketapang.
“Saya sempat terjebak hampir 5 jam di jalan menuju Ketapang. Mulai pukul 09.00 sampai pukul 15.00 baru bisa sampai di Bajumati. Untuk saat ini (14/7), jalur Ijen satu-satunya yang bisa dilalui tanpa terjebak macet parah," ujar pria asal Kelurahan Singotrunan.
Pengalaman senada dirasakan Dani, sopir pikap pengangkut cabai. Dia terpaksa melewati jalur ekstrem kawasan wisata Ijen untuk mengejar ekstimasi waktu pengiriman barang ke Surabaya.
“Pikap saya sempat mogok di area Paltuding karena tidak terbiasa dengan medan ekstrem. Saya terpaksa lewat Ijen karena mengejar waktu pengiriman ke Surabaya. Kalau lewat Ketapang, pasti terjebak macet," ungkap Dani.
Untuk mengatasi kemacetan, personel Polsek Licin turun tangan mengatur lalu lintas di jalur Ijen. Kapolsek Licin AKP Taufan Akbar mengungkapkan, kepolisian ikut serta mengamankan jalur ini untuk mencegah kemacetan semakin parah.
Sejak pagi (24/7) situasi di jalur Ijen terpantau ramai, namun lancar. Kemacetan terjadi ketika beberapa kendaraa, terutama truk bermuatan besar gagal menanjak yang menyebabkan kendaraan di belakangnya terpaksa berhenti.
”Meski demikian, jalur Ijen masih bisa dilalui dengan relatif lancar,” ungkapnya.
Taufan mengimbau kepada pengendara agar mempersiapkan kondisi kendaraan dengan baik sebelum melewati jalur Ijen yang terkenal dengan medan ekstrem dan tanjakan curam. Untuk keselamatan pengendara, kondisi kendaraan harus benar-benar fit.
”Truk bermuatan besar dilarang melintas karena bisa membahayakan sopir serta pengendara yang lain,’’ kata Taufan.
Misbah, salah satu pemandu wisata di kawasan Ijen, menambahkan, kawasan Ijen sejak pagi sudah dipadati kendaraan. Beberapa kendaraan sempat mogok yang menyebabkan antrean panjang.
“Tadi pagi pukul 09.00 sempat terjadi kemacetan parah karena mobil wisatawan asing mogok di tengah jalan. Kendaraan di belakangnya terpaksa berhenti,’’ ujar Misbah.
Kemacetan sering terjadi di beberapa titik, khususnya di tanjakan Erek-Erek yang dikenal dengan jalan sempit serta sangat curam.
Kendaraan harus bergantian karena luas jalannya yang cukup sempit untuk dilewati kendaraan besar, terutama truk dan trevel.
”Pengendara harus lebih berhati-hati karena medan yang sulit,” kata Misbah. (cw6/rio/fre)
Editor : Ali Sodiqin