RadarBanyuwangi.id - Kisah menyentuh datang dari seorang nenek berusia 67 tahun di Polanharjo, Klaten, yang baru-baru ini menjadi sorotan publik usai beredar luas video penganiayaan yang menimpa dirinya.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial pada Rabu (7/5), terlihat seorang nenek yang berlumuran darah di kepalanya.
Kejadian itu diketahui berada di Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Diketahui sebelumnya, nenek itu dihajar massa usai mencuri 5 kilogram bawang dari lapak seorang pedagang.
Motif di balik tindakan pencurian ini adalah tekanan ekonomi yang begitu berat, demikian keterangan yang disampaikan Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto.
Nenek tersebut dilaporkan sedang terlilit utang dan kesulitan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga memicu belas kasihan banyak pihak saat melihat tindak kekerasan yang dialaminya.
Kepedulian pun mengalir dari sosok publik, salah satunya Willie Salim content creator dan dermawan yang dikenal melalui TikTok.
Melalui foto yang dibagikannya lewat akun Instagram pada Jumat (9/5), Willie menunjukkan dirinya dan nenek yang mencuri bawang sambil memegang sejumlah uang tunai pecahan Rp 100 ribu.
Di sana, ia menyerahkan bantuan dana tunai, bertujuan untuk membantu menuntaskan utang-utang sang nenek dan meringankan beban hidupnya.
“Mencuri memang tidak benar, tetapi memukul sampai berdarah juga bukan jalan keluar. Jangan buru-buru menjadi hakim,” tegas Willie melalui caption yang ditulisnya.
Pesan ini mendapat apresiasi luas dari warganet, yang memuji sikap kemanusiaannya. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan seberat apa pun selalu memiliki latar belakang yang perlu diperhatikan.
Penting bagi kita untuk mengedepankan empati dan menegakkan keadilan dengan penuh pertimbangan, bukan sekadar bereaksi atas apa yang tampak di permukaan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi