RadarBanyuwangi.id – Insiden Kereta Api (KA) 96 Harina yang tertemper truk di JPL 5 Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/5) pagi menimbulkan satu korban jiwa.
Sopir dikabarkan meninggal dunia usai truk yang dikemudikannya menemper KA Harina. “Sopir meninggal dunia,” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi.
Terkait kemungkinan adanya korban lainnya, AKBP Yunaldi mengatakan, masih dilakukan proses identifikasi.
Sementara itu, menurut Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Franoto Wibowo, insiden tersebut terjadi lantaran truk memaksa melintas meski sirine perlintasan sudah berbunyi.
Ia menjelaskan bahwa lokasi kecelakaan tersebut berada di perlintasan sebidang berpalang pintu dan dijaga.
Sebelum kejadian, masinis KA Harina rute Bandung-Surabaya Pasar Turi itu juga telah berulang kali membunyikan klakson.
Lokomotif menghantam bagian kabin truk sehingga terpental dan muatannya berhamburan. Setelah kejadian KA Harina juga terpaksa ditarik mundur ke Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng untuk pemeriksaan lanjutan.
Meskipun sempat menghambat perjalanan KA Harina, Franoto menyampaikan bahwa tidak ada keterlambatan perjalanan kereta api lainnya akibat adanya insiden ini. “Hanya KA Harina yang terlambat karena tertemper truk. Diperkirakan sekitar 3 jam,” cetusnya.
Informasi terbaru, KA Harina sudah kembali melanjutkan perjalanannya menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi setelah diberangkatkan kembali dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng pada pukul 07.57 WIB.
Melalui akun media sosial resminya, KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan seraya menyebutkan total keterlambatan perjalanan KA Harina mencapai 199 menit. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi