Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tutup 3 Hari, Penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk Tidak Beroperasi Pada H-3 hingga H-1 Lebaran

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 19 Maret 2025 | 07:00 WIB
MASIH LANDAI: Penutupan Pelabuhan ASDP Ketapang dalam rangka Hari Raya Nyepi dimulai hari Jumat (28/3) pukul 17.00 sampai Minggu (30/3) pukul 06.00.
MASIH LANDAI: Penutupan Pelabuhan ASDP Ketapang dalam rangka Hari Raya Nyepi dimulai hari Jumat (28/3) pukul 17.00 sampai Minggu (30/3) pukul 06.00.

RADAR BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi dan ASDP Ketapang telah menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas pada libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Skema disiapkan agar tidak terjadi kemacetan parah di pelabuhan yang menghubungkan Jawa dan Bali tersebut.

Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan tutup selama tiga hari pada puncak arus mudik Lebaran 2025 yang bertepatan dengan Nyepi.

Penutupan operasional kedua pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan Bali dan Jawa ini akan berlangsung mulai Jumat, 28 Maret 2025, pukul 06.00 WITA hingga Minggu, 30 Maret 2025, pukul 06.00 WITA.

Dengan penutupan ini, artinya Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk tidak akan beroperasi pada H-3 hingga H-1 Lebaran.

Penumpang diimbau untuk menyeberang sebelum atau setelah tanggal-tanggal tersebut, mengingat kegiatan belajar di sekolah telah diliburkan sejak 21 Maret 2025 dan aparatur negara telah diperintahkan untuk melakukan work from anywhere sejak 24 Maret 2025.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, ASDP telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas.

Sebab, Lebaran tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Pengaturan khusus akan diterapkan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk untuk menghormati perayaan Nyepi.

”Pada Hari Raya Nyepi, layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk akan dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mengatur jadwal perjalanan dengan baik untuk menghindari kendala,” ujar Heru, seperti dikutip dari Radar Bali.

Lebih jauh Heru Widodo mengatakan, tanggal 28, 29, sampai tanggal 30 Maret, ASDP tidak memberikan layanan atau menjual tiket.

Karena itu, bagi warga yang telah membeli tiket penyeberangan pada tanggal-tanggal tersebut, ASDP akan mengembalikan secara penuh uang pembelian tiket yang telah dibayarkan.

Kakorlantas Polri Brigjen Agus Suryonugroho menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik.

Langkah ini mencakup jalur tol, jalan nasional, tempat wisata, pelabuhan, bandara, hingga stasiun. Operasi Ketupat 2025 diawali dengan survei dan pemetaan jalur-jalur utama, termasuk di kawasan penyeberangan.

”Kami akan merancang strategi terbaik untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar,” ujarnya.

Agus menjelaskan, strategi seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional, terutama pada puncak arus mudik di H-2 dan H-3 Lebaran.

Skenario khusus juga telah disiapkan untuk lintasan utama seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, termasuk penerapan buffer zone dan sistem penundaan (delayed system) jika terjadi kepadatan ekstrem.

”Pemerintah telah menetapkan kebijakan libur sekolah mulai 21 Maret 2025 dan work from anywhere (WFA) pada 24 Maret 2025 untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Diharapkan, kebijakan ini dapat mendistribusikan arus perjalanan sehingga tidak terkonsentrasi pada tanggal-tanggal tertentu,” pungkas Agus. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Pelabuhan Gilimanuk #nyepi #hari raya nyepi #lebaran #PELABUHAN TUTUP #idul fitri #pelabuhan ketapang #Arus Mudik