Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang Susulan, Gelombang Atmosfer Sedang Melintasi Jawa Timur

Bagus Rio Rohman • Senin, 10 Februari 2025 | 16:22 WIB
Tiang listrik di Kalipuro Banyuwangi roboh usai diterjang angin kencang, Minggu (9/2/25).
Tiang listrik di Kalipuro Banyuwangi roboh usai diterjang angin kencang, Minggu (9/2/25).

RadarBanyuwangi.id - Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Banyuwangi telah mengeluarkan press release terkait kewaspadaan cuaca ekstrem.

Hujan disertai angin kencang masih terus berpotensi terjadi di seluruh Banyuwangi dalam sepekan ke depan. Bukan hanya angin kencang, kilatan petir hingga terjadinya hujan lebat masih akan terjadi.

Cuaca ekstrem ini dipicu pembentukan awan kumulonimbus yang semakin intens. Bahkan, bahaya potensi puting beliung hingga hujan es bisa terjadi.

”Sekarang ini memasuki puncak musim penghujan sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan terjadinya potensi-potensi bencana yang mungkin terjadi,” ujar Rahmayani, prakirawan BMKG Banyuwangi.

Rahma mengatakan, puncak musim penghujan tersebut ditandai dengan adanya fenomena gelombang atmosfer seperti low frequency yang diprakirakan melintasi Jawa Timur.

Fenomena ini mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan penghujan atau kumulonimbus yang semakin intens.

”Kondisi ini juga didukung dengan aktifnya Monsun Asia serta suhu permukaan laut di perairan sekitar Jawa Timur yang hangat. Sehingga, terjadi peningkatan suplai uap air ke atmosfer untuk pertumbuhan awan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Rahma, juga diperkirakan terbentuknya daerah siklonik di wilayah Samudra Hindia yang mendukung terbentuknya daerah konvergensi dan peningkatan pertumbuhan awan-awan kumulonimbus.

”Pembentukan awan-awan kumulonimbus yang semakin intens dapat mengakibatkan cuaca ekstrem di musim hujan seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung hingga hujan es,” terang Rahma.

Kecepatan angin sendiri, imbuh Rahma, mencapai 10–50 kilometer per jam. Sehingga, patut diwaspadai adanya potensi bahaya pohon tumbang dan lainnya.

”Waspadai juga jika terjadi hujan lebat disertai petir. Hindari berteduh di bawah pohon,” imbaunya. (rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#cuaca #jawa timur #bmkg #cuaca ekstrem #hujan deras #Susulan #Gelombang Atmosfer #angin kencang