RadarBanyuwangi.id – Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri PKP Maruarar Sirait mengunjungi sejumlah proyek Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta dan Depok pada Rabu (27/11).
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo ikut mendampingi kunjungan dua menteri yang menyoroti pengembangan hunian vertikal yang terintegrasi transportasi publik.
Rombongan memulai kunjungan dari Stasiun Pondok Cina untuk melihat Samesta Mahata Margonda, kemudian berlanjut ke Stasiun Tanjung Barat untuk meninjau Samesta Mahata Tanjung Barat, dan berakhir di Stasiun Manggarai.
Rombongan menggunakan moda transportasi publik KRL Commuter Line selama kunjungan berlangsung.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi dedikasi Menteri PKP dalam pengembangan perumahan rakyat.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian untuk menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
“Kementerian BUMN tidak memiliki kewenangan menerbitkan regulasi, sehingga kolaborasi dengan kementerian terkait menjadi kunci untuk menciptakan terobosan,” ujar Erick.
Erick juga menggarisbawahi bahwa regulasi menjadi salah satu tantangan utama dalam program ini.
Dengan kolaborasi erat antara Kementerian BUMN dan Kementerian PKP, berbagai inovasi diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan perumahan rakyat.
VP Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa proyek TOD seperti Samesta Mahata Margonda dan Tanjung Barat dirancang untuk mendukung gaya hidup modern dengan memadukan hunian, transportasi, dan fasilitas komersial.
“Proyek ini menjadi bukti nyata pentingnya integrasi transportasi publik dalam kehidupan masyarakat,” kata Anne.
Hunian vertikal di Stasiun Pondok Cina misalnya, telah selesai dibangun dengan luas lahan sekitar 76.326 meter persegi dan menawarkan 898 unit yang dirancang efisien serta ramah lingkungan.
Selain itu, KAI bersama Perumnas juga sedang mengembangkan proyek serupa di Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Cisauk.
Dalam kunjungan kerja ini, para Menteri dan pejabat terkait juga menjajal langsung kenyamanan Commuter Line.
Anne menambahkan bahwa perjalanan ini menunjukkan dedikasi para pemangku kebijakan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang efisien dan berkelanjutan.
“Transportasi publik berbasis rel seperti Commuter Line tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari solusi perkotaan yang modern dan terintegrasi,” ujar Anne.
Sebagai bagian dari Kementerian BUMN, KAI berkomitmen mendukung program pemerintah dengan tetap memprioritaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Kami bangga dapat memberikan pengalaman langsung kepada para pemangku kepentingan mengenai peran strategis Commuter Line dan TOD dalam pembangunan kota yang berkelanjutan,” ungkap Anne.
Penggunaan Commuter Line dalam kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempopulerkan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
TOD juga menjadi solusi inovatif yang mengatasi tantangan hunian di perkotaan, sekaligus mendukung visi besar KAI sebagai penyedia ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi