RadarBanyuwangi.id - Perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya mengalami gangguan serius pada Minggu pagi (8/9).
Sebuah truk tersangkut dan mogok di perlintasan kereta api JPL 398A Jalan Margomulyo, Surabaya, sejak pukul 06.31 hingga 07.54 WIB, menyebabkan beberapa jadwal kereta terganggu.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa PT KAI berencana untuk menuntut ganti rugi dari pemilik dan pengemudi truk tersebut karena telah mengacaukan jadwal perjalanan kereta api.
Baca Juga: Berkat Pemberdayaan BRI, UMKM Ini Optimalkan Produk Bambu Hingga Mancanegara
“Kami akan berkordinasi dengan Dishub dan Kepolisian untuk menelusuri apakah truk tersebut memenuhi persyaratan operasional, serta untuk proses ganti rugi,” ujarnya.
Gangguan ini berdampak pada keterlambatan sejumlah kereta, baik jarak jauh maupun lokal.
Kereta yang terkena dampak termasuk KA Pandalungan, Harina, Gumarang, dan beberapa kereta komuter serta KA barang.
Keterlambatan tertinggi dialami oleh KA Commuterline Arjonegoro yang tertunda hingga 108 menit.
PT KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang perjalanannya terganggu, dan memastikan kompensasi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permenhub No. 63 Tahun 2019.
Daftar kereta yang mengalami keterlambatan akibat insiden ini antara lain:
Baca Juga: Digemari Penumpang, Segini Okupansi KA Blambangan Ekspres Rute Banyuwangi-Jakarta Sebulan Terakhir
- KA Pandalungan (Gambir - Jember) terlambat 86 menit
- KA Harina (Bandung - Surabaya Pasarturi) terlambat 13 menit
- KA Gumarang (Gambir - Surabaya Pasarturi) terlambat 70 menit
- KA Commuterline Arjonegoro (Sidoarjo - Bojonegoro) terlambat 108 menit
- KA Blorasura (Cepu - Surabaya Pasarturi) terlambat 75 menit
- KA Barang Benteng Cargo (Benteng - Jakarta) terlambat 99 menit
- KA Sembrani (Surabaya Pasarturi - Gambir) terlambat 8 menit
- KA Commuterline Sindro (Sidoarjo - Indro) terlambat 88 menit.
Pihak KAI terus berupaya untuk meminimalisir dampak lebih lanjut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi