Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Api Diujicoba Pakai Bahan Bakar Biodiesel B40, Ini Dampak Positifnya ke Lingkungan

Lugas Rumpakaadi • Senin, 27 Mei 2024 | 17:17 WIB
Proses pengisian bahan bakar lokomotif.
Proses pengisian bahan bakar lokomotif.

RadarBanyuwangi.id – Banyak yang belum tahu, jika kereta api di Indonesia sudah menggunakan campuran bahan bakar nabati (BBN).

Bahan bakar yang umum digunakan pada lokomotif dan kereta pembangkit adalah high speed diesel (HSD).

Namun, untuk mendukung program penggunaan bahan bakar nabati, saat ini, armada PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan Biosolar (B35).

Bahan bakar itu, 35 persen komponennya, berasal dari minyak kelapa sawit atau limbah tumbuhan yang bisa membantu mengurangi jejak karbon dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

LEMIGAS di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan uji penggunaan bahan bakar biodiesel B40.

Ini merupakan langkah signifikan dalam pengembangan energi berkelanjutan, dengan mengeksplorasi campuran BBN dalam moda transportasi kereta api.

Kepala LEMIGAS, Mustafid Gunawan, menyampaikan rencana tersebut dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/5).

Menurutnya, penerapan biodiesel B40 direncanakan untuk berbagai sektor di luar sektor otomotif pada tahun 2024.

Uji terap biodiesel B40 akan melibatkan sektor-sektor seperti kereta api, kapal laut, alat dan mesin pertanian (alsintan), alat berat, hingga pembangkit listrik.

Proses uji terap ini direncanakan akan berlangsung selama delapan bulan.

Sebagai salah satu langkah awal, LEMIGAS telah aktif berkoordinasi dengan PT KAI, PT Pertamina Patra Logistik, dan KA Logistik di Depo Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat pada Selasa (14/5).

Mustafid menjelaskan bahwa tahapan awal survei infrastruktur menjadi fokus dalam uji terap tersebut.

Survei berlangsung dengan lancer dengan tenaga ahli dari LEMIGAS.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menetapkan kuota penyaluran biodiesel B35 sebesar 13,41 juta kiloliter pada tahun 2024, berdasarkan keberhasilan program biodiesel B35 sepanjang tahun 2023.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan.

Uji terap biodiesel B40 ini diharapkan akan memberikan data dan wawasan yang berharga dalam mengukur potensi penggunaan bahan bakar nabati dalam berbagai sektor transportasi dan industri.

Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#biodiesel #Lingkungan #B40 #bahan bakar #Kereta Api