Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kaos Barong Legendaris Khas Bali Kreasi Pande Ketut Krisna: Tercipta dari Ketidaksengajaan dan Belum Miliki Hak Paten

Niklaas Andries • Jumat, 8 Maret 2024 | 20:27 WIB

SOSOK INSPIRATIF: Pande Ketut Trisna kreator kaos khas Bali bergambar Barong itu kini telah tiada.
SOSOK INSPIRATIF: Pande Ketut Trisna kreator kaos khas Bali bergambar Barong itu kini telah tiada.
Radarbanyuwangi.id – Kaos oblong bergambar barong telah menjadi identitas dan kebanggaan pariwisata Bali. Karya Pande Ketut Krisna ini pun menjadi semacam oleh oleh legendaris dari Pulau Dewata.

Sudah lintas generasi, keberadaan kaos ini mampu bertahan dan tetap menjadi ikon bagi pariwisata di Bali. Seakan ada pepatah, belum ke Bali bila tidak membeli kaos barong khas Bali ini.

Dan kini sepeninggal Pande Ketut Krisna, kaos barong ini seakan tetap akan menjadi souvenir wajib di Bali. Dan siapa sangka kreasi kaos yang dibidani Pande Ketut Krinas ini lahir dari ketidaksengajaan.

Dilansir Bali Express, Menurut Pande Nyoman Yudi Sutrisna, anak Pande Ketut Krisna, kaos Barong pada awalnya tercipta dari sebuah ketidaksengajaan.

"Kaos barong itu ditemukan oleh ayah saya tanpa sengaja, saat sedang melakukan percobaan untuk warna kain Endek," jelas Pande Yudi.

Pande Yudi menyebutkan Kaos Barong tersebut ditemukan oleh ayahnya sekitar tahun 1969 Dimasa itu, ayahnya memiliki usaha tekstil dan mencoba untuk mengembangkan kreasi kain Endek Bali.

Maklum saat itu, warna kain Endek Bali maksimal hanya dua warna saja.

"Waktu itu, ayah saya sedang mencoba membuat kain Endek Bali agar kainnya warna-warni. Tadinya hanya dua warna, yakni warna dasar hitam dipadu biru, hitam dipadu hijau, coklat, dan sebagainya," lanjutnya.

Disitulah kemudian almarhum  melakukan eksperimen untuk menciptakan warna yang lebih variatif. Salah satu eksperimennya denganh metode celup benang tenun untuk menciptakan kain endek warna-warni. 

Hingga kemudian lahirlah kain endek warna-warni. Kain endek yang dulunya dua warna, kini menjadi 5 warna. Karena metode celup manual dirasa tidak maksimal. Pande Krisna kemudian melakukan inovasi untuk mempermudah proses pencelupan.

"Hingga akhirnya setelah mencoba banyak cara, ayah saya menemukan alat dan cara untuk menciptakan aneka warna pada kain endek, nama metode adalah Catrian. Penemuan inilah yang kemudian di kembangkan sehingga terbentuk baju barong di tahun 1969. Jadi tidak sengaja ditemukan baju barong dari catrian itu,"kenang Pande Yudi.

Pande Yudi menambahkan sejak pertama dibuat hingga hari ini, motif atau desain gambar baju barong memang dibuat secara sederhana. Tujuannya agar pembuatan kaos lebih mudah.

Kenapa memilih kepala Barong? Rupanya almarhum seolah sengaja memilih gambar Barong, karena saat itu, gambar barong yang paling gampang dibuat. Tapi bukan barong ketet (ket).

"Bentuknya dibuat ayah saya dengan gambar yang paling sederhana, kalo gambar Barong Ket, susah, saat itu, ayah saya memilih untuk membuat yang gampang saja," bebernya.

Saat dibuat tahun 1969, kaos atau baju Barong dijual di berbagai obyek wisata seperti di Ubud dan Kuta. Kaos barong dijual dengan harga bervariasi dan laku keras di pasaran.

Inilah yang kemudian, kaos membuat Pande Ketut Krisna bajjir pesanan. Diakui Pande Yudi, penjualan baju barong ini menjadi berkah tersendiri bagi keluarganya. Setidaknya penjualan baju Barong mampu memajukan usaha tekstil milik ayahnya.

KAOS LEGENDA: Pande Ketut Krisna dengan desain barong yang melegenda pada kreasi kaos Bali
KAOS LEGENDA: Pande Ketut Krisna dengan desain barong yang melegenda pada kreasi kaos Bali

"Kata ayah saya, dulu tempat usaha kami kecil, berkah baju barong ini membuat ayah saya bisa mengembangkan usahanya. Karena baju barong ini sudah dijual ke berbagai negara, karena buatan tangan dan unik," ungkapnya.

Meski sudah dikenal keseluruh dunia dengan desain serta corak dari kaos Barong begitu melegenda. Pande Krisna menyebut bila desain dari kaos Barong ini sampai sekarang tidak memiliki hak paten.

"Saya waktu itu tidak berpikir soal paten, saya punya pikiran, dua tahun sudah cukup. Anggota keluarga yang lain juga kita tularkan ilmu cara bikinnya, kita tidak bisa rahasia sama keluarga. Tapi jika memang dianggap perlu, mungkin pemerintah bisa membantu untuk mempatenkan, agar hak cipta baju barong tetap menjadi milik masyarakat Bali," jelasnya. (*)

Editor : Niklaas Andries
#barong #Oleh-Oleh #pulau dewata #baju #endek Bali #pemerintah #tekstil #Corak #bali #Hak paten #Souvenir #celup #Variatif #khas bali #kaos oblong #obyek wisata #manual #kaos barong