KALIBARU, RadarBanyuwangi.id – Keberadaan Gunung Menyan di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, akan diusulkan menjadi Pusat Observasi Bulan (POB) di Banyuwangi.
Dengan demikian, gunung dengan ketinggian 670 meter dari permukaan air laut (mdpl) tersebut tidak hanya sebagai tempat take-off paralayang.
Gunung Menyan bisa menjadi alternatif sebagai tempat pemantauan rukyatulhilal di Bumi Blambangan setelah Pantai Pancur di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, bukit Gumuk Klasi di Singojuruh, dan rooftop Kokoon Hotel Banyuwangi di kecamatan Kabat.
Tim Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Banyuwangi Gufron Mustofa mengatakan, Gunung Menyan sangat strategis sebagai lokasi rukyatulhilal atau menentukan awal bulan Qomariah di Banyuwangi.
Tempat tersebut pernah disurvei oleh tim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur yang dipimpin M. Fauzi bersama tim Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Kabupaten Banyuwangi.
”Puncak Gunung Menyan bukan hanya untuk rukyah awal bulan saja, tetapi dapat digunakan untuk rukyah awal salat Subuh,” papar Gufron.
Lokasi Gunung Menyan sangat strategis karena jaraknya juga tidak terlalu jauh dengan pusat pemerintahan kecamatan. Alat komunikasi juga lancar, tempatnya lumayan luas, dan sangat memadai.
Gufron bersama tim BHR Kemenag Banyuwangi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, pengamat falakiah dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kecamatan Kalibaru dan Sempu, serta sejumlah santri dari Manbaul Huda Krasak Tegalsari ikut melakukan observasi pemantauan hilal secara langsung dari atas puncak Gunung Menyan.
”Sore ini (kemarin) kita melakukan observasi langsung pemantauan hilal. Hasilnya akan kami laporkan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur untuk diusulkan sebagai POB baru di Banyuwangi agar terbit surat kelayakan pusat observasi bulan,” tegas Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Banyuwangi ini.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalibaru Fathor Rozi yang ikut dalam rombongan sangat mendukung keberadaan Gunung Menyan untuk dijadikan tempat rukyah penentuan awal bulan.
’’Tempat ini tidak hanya jadi destinasi wisata paralayang, akan tetapi juga ada kemanfaatan untuk kepentingan umat,” ujarnya
Mengenai jalan menuju puncak Gunung Menyan yang saat ini masih belum dapat dilewati semua jenis kendaraan, pihaknya menyampaikan bahwa nantinya akan diusahakan agar jalan menuju puncak Gunung Menyan dikeraskan atau dipaving. Setelah jalannya bagus, seluruh kendaraan dapat naik ke puncak Gunung Menyan.
Masyarakat sekitar Gunung Menyan menyambut positif rencana pemerintah yang akan menjadikan puncak Gunung Menyan sebagai tempat pemantauan rukyatulhilal baru di Banyuwangi.
”Tempatnya asyik, semua terlihat jelas dari atas puncak gunung, udaranya juga sejuk,” tandas Gus Rozi, panggilan akrabnya. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin