RadarBanyuwangi.id – Banyuwangi kembali ”mengguncang” Istana Negara. Tahun lalu Farel Prayoga menghebohkan rangkaian prosesi upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
Kali ini giliran pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Khoharuddin dan Fitrotul Azizah alias Pipit mengharumkan nama kabupaten the Sunsire of Java.
Ya, pasutri asal Dusun Krajan Kulon, RT 1 RW 12, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, tersebut mengikuti upacara peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Istana Negara menggunakan busana pengantin khas Banyuwangi, Mupus Braen Blambangan.
Hasilnya, busana yang mereka kenakan terpilih sebagai salah satu kostum terbaik oleh Presiden Joko Widodo.
Mupus Braen Blambangan merupakan busana pengantin khas Banyuwangi yang didominasi warna merah, hitam, dan emas. Busana pengantin Banyuwangi ini sudah dikembangkan sejak tahun 1970.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengaku bangga baju adat pengantin Banyuwangi terpilih menjadi salah satu busana terbaik yang terpilih dalam rangkaian upacara HUT Kemerdekaan RI.
”Selamat kepada Pak Khohar dan pasangannya yang telah terpilih sebagai busana adat nusantara terbaik. Kami juga terima kasih telah mempromosikan seni budaya secara tidak langsung,” ujarnya.
Ipuk mengatakan, Banyuwangi juga rutin mengenalkan adat pengantin Banyuwangi melalui Festival Pengantin Nusantara, yang tahun ini baru saja digelar pada 5 Juni lalu.
”Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami, termasuk Festival Pengantin Nusantara yang mengenalkan adat pengantin di Banyuwangi,” imbuhnya.
Khoharuddin dan Pipit hadir di Istana Negara setelah mendapatkan undangan upacara melalui war undangan yang dibuka Sekretariat Presiden (Setpres).
Khohar mengatakan, proses untuk mengikuti kegiatan upacara bendera di Istana Negara tersebut dilakukan dengan melakukan pendaftaran melalui website mulai 5 hingga 8 Agustus.
Di antara 8 ribu peserta yang mendapat undangan, Kohar berkesempatan untuk menghadiri upacara pengibaran bendera.
Setelah undangan didapat dan dipastikan hadir dalam kegiatan upacara bendera, pihaknya langsung menghubungi kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Yanuarto Bramuda melalui media sosial agar diarahkan terkait kostum yang diperlukan.
Khohar mengaku sangat bersyukur dirinya mendapat dukungan dan arahan terkait kostum yang akan dikenakan pada upacara peringatan kemerdekaan RI di Istana Negara tersebut.
Dia juga diarahkan untuk menemui desainer lokal agar segera fitting kostum adat Banyuwangi tersebut.
”Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Banyuwangi, khususnya Kepala Disbudpar serta desainer yang mewujudkan kostum yang kami kenakan dalam waktu yang cukup singkat. Semoga dalam kesempatan ini budaya dan adat pengantin Oseng semakin dikenal oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (tar/sgt/c1
Editor : Ali Sodiqin