Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Demo Menolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Bakar Ban Bekas

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 9 September 2022 | 01:36 WIB
MEMBARA: Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, Selasa (6/9) diwarnai dengan pembakaran ban bekas di simpang tiga kantor DPRD Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
MEMBARA: Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, Selasa (6/9) diwarnai dengan pembakaran ban bekas di simpang tiga kantor DPRD Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu protes di kalangan mahasiswa. Puluhan pendemo dari lintas organisasi kemahasiswaan, Selasa (6/9) siang menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Banyuwangi. Gabungan mahasiswa dari GMNI, HMI, IMM, dan aliansi BEM berorasi menolak kenaikan harga BBM yang dianggap memberatkan rakyat.

Aksi demo yang dimulai pukul 14.25 tersebut diwarnai dengan membakar ban bekas di tengah jalan, depan gedung DPRD. Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM kemarin dijaga ketat ratusan personel kepolisian.

Massa yang menyuarakan aksi protes kenaikan harga BBM disambut oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi Eko Hariyono dan dua anggota fraksi lainnya. Dalam orasinya, koordinator aksi Aris Rahmatullah membeberkan delapan tuntutan mahasiswa.

Mereka kompak menolak kenaikan harga BBM yang diputuskan pemerintah pada Sabtu lalu (3/9).

"Pemerintah menaikkan harga BBM sama sekali tak relevan dengan kondisi Indonesia yang hari ini masih berupaya untuk bangkit dan pulih dari keterpurukan pandemi Covid-19. Kami terus memperjuangkan agar kenaikan BBM dibatalkan," tegas Aris.

Selain menolak kenaikan harga BBM, puluhan  pendemo juga menyampaikan tuntutannya melalui DPRD Banyuwangi agar mendesak pemerintah segera memberantas mafia migas. "Kami meminta agar DPRD Banyuwangi melakukan hearing secara terbuka, dalam dalam rangka mengawal seluruh tuntutan kami," katanya.

Tuntutan pengunjukrasa  disepakati oleh anggota  DPRD yang hadir dengan menandatangani tuntutan dia tas kertas bermaterai.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Eko Hariyono secara tegas siap mendukung penuh dan memfasilitasi apa yang menjadi tuntutan dari mahasiswa.

"Kami mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang mengawal kepentingan rakyat. Kami sepakat dan siap meneruskan tuntutan mereka ke instansi pemerintahan yang lebih tinggi," katanya.

Menurut Eko, kenaikan harga BBM memang dinilai belum tepat. Sebab, pertumbuhan ekonomi masyarakat belum stabil pasca pandemi Covid-19. Dengan adanya kenaikan BBM, bakal berdampak luas terhadap perekonomian bangsa sehingga bisa menjadi perhatian DPRD. "Sekali lagi kami siap mengawal aksi demo ini. Kami juga siap memfasilitasi mahasiswa dalam ruang hearing untuk pembahasan lanjutan tuntutan teman-teman," tegasnya.

Dalam aksi demo kemarin, Polresta Banyuwangi menerjunkan 165 personel. Personel gabungan yang diterjunkan mulai Polsek Rayon Kota, Satuan Lalu Lintas, gabungan dari Sabhara, Reskrim, dan Satuan Intelkam. Saat demo berlangsung, kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Adi Sucipto disterilkan, dari utara, selatan, dan timur. "Skema arus lalu lintas di Jalan Adi Sucipto ke Jalan Agus Salim, kita arahkan ke kiri, kecuali roda dua. Sementara untuk arah Jalan Ahmad Yani kita alihkan ke Jalan Letjen Sutoyo,” tegas Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa melalui Kabag Ops Kompol Agung Setya Budi. (rio/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud
#BBM Naik #Demonstrasi #mahasiswa #Aksi Damai