Langkah tersebut merupakan cara terakhir dalam proses evakuasi bangkai paus dari jalur darat. Sebelumnya, beberapa cara dilakukan dengan memotong bagian tubuh paus, namun tidak berjalan efektif. Upaya menarik paus menggunakan truk besar milik PT Altus sebenarnya sempat menjadi harapan.
Camat Kalipuro Astorik mengatakan, jika berhasil digotong ke daratan, proses pemotongan daging paus dan penguburanya akan lebih mudah. Selama ini proses pemotongan baru bisa dilakukan setelah menunggu air laut surut. Celakanya, baru beberapa detik ditarik, bagian kanal atau besi belakang yang digunakan untuk mengikat tali di ekor paus malah patah.
Biasanya kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut dan menarik pipa-pipa ukuran besar. ”Kita koordinasikan dengan pemkab agar bisa memutuskan bagaimana cara mengevakusi bangkai paus yang tepat. Lewat jalur darat ternyata sulit,” kata Astorik.
Sekretaris Dinas Perikanan Suryono Bintang menambahkan, satu-satunya cara yang paling memungkinkan yakni dengan membawa bangkai ikan paus ke tengah lautan. Sebab, segala cara dari sisi darat sudah tidak berjalan efektif. ”Dinas PU yang mempunyai alat berat dan BPBD yang mengerahkan relawan sudah angkat tangan. Tubuh paus semakin berat, apalagi posisinya sekarang sudah di pinggir,” jelas Suryono.
Saat ini pihaknya tengah meminta pertimbangan bupati untuk melakukan langkah penenggelaman bangkai paus. Teknisnya, pemkab akan minta bantuan Pelindo III Tanjung Wangi menggunakan kapal tugboat untuk menarik paus ke tengah lautan. Lokasinya di perairan yang tidak mengganggu jalur transportasi laut. ”Nanti bisa di dekat Pulau Tabuhan atau tempat yang sepi. Yang penting bisa dilakukan secepatnya. Jika disetujui, evakuasi melalui jalur laut akan dilakukan Jumat siang (5/8),” pungkas Suryono. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud