KALIPURO – Penutupan Bandara Ngurah Rai Bali ternyata berdampak terhadap arus lalu lintas di penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Gara-gara bandara lumpuh, penumpang pesawat dialihkan lewat perjalanan darat.
Dari Bali, mereka menyeberang lewat Ketapang lalu melanjutkan perjalanan menuju Bandara Juanda Surabaya. Jumlah penumpang kapal laut dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang naik cukup signifikan. Kenaikan penumpang mencapai 179 persen dibanding hari biasa.
Data yang diperoleh dari Pelabuhan Gilimanuk menyebutkan, terjadi peningkatan jumlah penumpang jika dibandingkan hari biasa. Untuk penumpang dewasa sebelumnya 1.013 naik menjadi 1.808. Penumpang anak-anak dari sebelumnya enam orang menjadi 17 penumpang. Total jumlah penumpang pada Senin (20/11) lalu sejumlah 1.019 orang naik menjadi 1.825 orang penumpang.
Sementara untuk roda dua, jumlah penumpang sepekan lalu masih mencapai 1.288 unit, kini naik menjadi 2.213 unit kendaraan roda dua atau terjadi kenaikan 172 persen. Sementara untuk roda empat terjadi peningkatan sebesar 133 persen, dari sebelumnya 3.127 unit naik menjadi 4.147 unit.
General Manajer PT ASDP Cabang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Elvi Yosa mengatakan, sampai kemarin (28/11) terjadi peningkatan cukup signifikan. Dari data yang ada, tren jumlah penumpang naik sekitar 75 persen. ”Memang dari Bali ada pergerakan penumpang ke Jawa karena dampak ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar,” ungkapnya.
Sebagian besar, penumpang kapal dari Bali ingin melanjutkan perjalanan dari Jawa. Sebagian besar juga terpantau adalah wisatawan asing. Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan dibanding hari biasa.
Sejauh ini, pihaknya tetap memberlakukan pelayanan dengan menggunakan 32 kapal dan berjalan sesuai jadwal. ”Masih teratasi dengan baik, dan tidak ada masalah. Tidak sampai terjadi antrean panjang. Cuaca juga masih bersahabat dan tidak ada penutupan penyeberangan,” jelasnya.
Meski demikian, untuk memberikan pelayanan kepada calon pengguna jasa, di Pelabuhan ASDP Gilimanuk telah didirikan posko terpadu. Posko tersebut yakni dari berbagai instansi terkait seperti kepolisian, TNI, dan kesehatan.
Sejauh ini, pihaknya juga intens menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Salah satunya berkoordinasi dengan pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar. Hal itu untuk memberikan pelayanan jika terjadi pergerakan dari bandara menuju Pelabuhan Gilimanuk. ”Masih terpantau lancar dan normal. Kami tetap memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dengan baik,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang penumpang kapal laut asal Eropa, Sarah mengatakan, dia terpaksa naik kendaraan darat dari Denpasar menuju Surabaya, karena Bandara Ngurah Rai Bali masih ditutup. Dia tidak bisa menunggu lama-lama di Bali karena erupsi Gunung Agung masih terus berlangsung.
Wisawatan lainnya, Paulin juga memilih menempuh perjalanan jalur darat dari Bali menuju Surabaya untuk kembali ke negaranya. Penutupan Bandara Ngurah Rai Bali masih belum jelas sampai kapan. Karena setelah ditunggu selama dua hari di Bandara Ngurah Rai, masih belum ada kejelasan kapan akan dibuka.