RADAR BANYUWANGI - Veda Ega Pratama mengawali rangkaian Moto3 Grand Prix Austria dengan menempati posisi kedelapan pada sesi Free Practice 1 (FP1), Jumat (18/9).
Pembalap Indonesia itu membukukan waktu 1 menit 41,779 detik, sedangkan David Almansa menjadi pembalap tercepat dengan catatan 1 menit 40,595 detik.
Hasil tersebut menempatkan Veda di tengah persaingan ketat kelompok sepuluh besar.
Jarak waktu antarpembalap di sekitarnya sangat tipis sehingga perubahan beberapa seperseribu detik saja dapat mengubah posisi.
Di barisan terdepan, Almansa tampil menonjol.
Pembalap bernomor 22 itu menjadi satu-satunya peserta yang mampu mencatatkan waktu di bawah 1 menit 41 detik pada FP1 Moto3 GP Austria.
Veda Ega Pratama Hanya Terpaut 0,004 Detik dari Guido Pini
Veda menempati posisi kedelapan dengan catatan waktu 1 menit 41,779 detik menggunakan Honda.
Ia terpaut 1,184 detik dari Almansa yang berada di puncak klasifikasi.
Namun, persaingan yang dihadapi Veda jauh lebih rapat jika dibandingkan dengan pembalap yang berada tepat di belakangnya.
Guido Pini menempati posisi kesembilan dengan waktu 1 menit 41,783 detik.
Artinya, Veda hanya unggul 0,004 detik atau empat seperseribu detik atas pembalap Italia tersebut.
Valentin Perrone kemudian melengkapi posisi sepuluh besar dengan catatan 1 menit 41,848 detik.
Selisih waktu antara Veda dan Perrone pun hanya 0,069 detik.
Kondisi tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di kelompok sepuluh besar.
Sedikit peningkatan atau kehilangan waktu pada satu sektor lintasan dapat berdampak langsung terhadap posisi pembalap.
Almansa Ciptakan Jarak di Puncak
David Almansa menjadi pembalap yang paling menonjol pada FP1.
Catatan 1 menit 40,595 detik membuatnya unggul cukup jauh atas para pesaing terdekat.
Maximo Quiles berada di posisi kedua dengan catatan 1 menit 41,243 detik atau tertinggal 0,648 detik dari Almansa.
Adrian Fernandez menyusul di posisi ketiga dengan waktu 1 menit 41,289 detik.
Ia hanya terpaut 0,046 detik dari Quiles.
Persaingan semakin rapat di posisi berikutnya.
Alvaro Carpe berada di urutan keempat dengan catatan 1 menit 41,300 detik, hanya 0,011 detik lebih lambat daripada Fernandez.
Brian Uriarte melengkapi lima besar dengan waktu 1 menit 41,349 detik.
Dengan demikian, meskipun Almansa menciptakan jarak yang cukup jelas di posisi pertama, persaingan dari posisi kedua hingga kelima berlangsung dalam rentang hanya 0,106 detik.
KTM Tempatkan Tujuh Pembalap di Sepuluh Besar
Hasil FP1 juga memperlihatkan dominasi pembalap pengguna KTM di papan atas.
Dari sepuluh posisi pertama, tujuh ditempati pembalap yang menggunakan KTM.
Mereka adalah Almansa, Quiles, Carpe, Uriarte, Rico Salmela, Joel Esteban, dan Perrone.
Honda menempatkan tiga pembalap di sepuluh besar melalui Fernandez di posisi ketiga, Veda di urutan kedelapan, serta Pini di posisi kesembilan.
Salmela sendiri menempati posisi keenam setelah mencatatkan waktu 1 menit 41,556 detik.
Joel Esteban berada tepat di belakangnya dengan catatan 1 menit 41,685 detik.
Komposisi tersebut memberikan gambaran awal mengenai kekuatan masing-masing pabrikan pada sesi pertama, meskipun hasil FP1 belum dapat dijadikan tolok ukur mutlak untuk sesi kompetitif berikutnya.
Persaingan Ketat Berlanjut di Luar Sepuluh Besar
Selisih tipis tidak hanya terjadi di kelompok terdepan.
Matteo Bertelle yang berada di posisi ke-11 mencatatkan waktu 1 menit 41,940 detik.
Joel Kelso berada di urutan ke-12 dengan catatan 1 menit 41,941 detik.
Keduanya hanya dipisahkan selisih 0,001 detik.
Adrian Cruces kemudian menempati posisi ke-13 dengan waktu 1 menit 42,106 detik, diikuti Eddie O'Shea dengan 1 menit 42,277 detik dan Casey O'Gorman dengan 1 menit 42,312 detik.
David Muñoz berada di posisi ke-16, disusul Ryusei Yamanaka, Hakim Danish, Ruche Moodley, dan Scott Ogden hingga urutan ke-20.
Sementara itu, Leo Rammerstorfer, Marcos Uriarte, Jesus Rios, Marco Morelli, Nicola Carraro, dan Zen Mitani melengkapi klasifikasi hingga posisi ke-26.
Veda Punya Modal Awal di GP Austria
Posisi kedelapan memberikan Veda Pratama modal awal yang kompetitif dalam menjalani rangkaian Moto3 GP Austria.
Catatan waktunya memang masih terpaut lebih dari satu detik dari Almansa.
Namun, jika melihat kelompok di sekitarnya, selisih yang memisahkan Veda dengan sejumlah rival terdekat sangat kecil.
Fakta bahwa Veda hanya unggul 0,004 detik atas Pini sekaligus memperlihatkan bahwa susunan posisi dapat berubah dengan cepat pada sesi berikutnya.
Peningkatan kecil dalam satu putaran dapat membawa seorang pembalap naik beberapa posisi, sedangkan kesalahan kecil berpotensi memberikan dampak sebaliknya.
Untuk sementara, Almansa menjadi patokan setelah menciptakan keunggulan lebih dari enam persepuluh detik di puncak klasifikasi.
Di sisi lain, Veda berada dalam kelompok yang sangat rapat dan masih memiliki ruang untuk memperbaiki catatan waktunya pada sesi berikutnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi