RADAR BANYUWANGI - Marco Bezzecchi menutup sesi Practice MotoGP San Marino 2026 sebagai pembalap tercepat di Misano, Jumat (11/9). Di saat pembalap Aprilia itu melesat ke posisi teratas, Francesco Bagnaia justru terlempar ke posisi ke-19 dan harus memulai perjuangan dari babak Q1.
Practice MotoGP San Marino 2026 berlangsung selama 60 menit di Misano World Circuit Marco Simoncelli dengan kondisi lintasan kering. Temperatur udara tercatat 25 derajat Celsius, kelembapan 60 persen, sedangkan suhu permukaan aspal berada di angka 36 derajat Celsius.
Bezzecchi memastikan posisi teratas melalui putaran ke-24. Ia membukukan waktu 1 menit 30,144 detik dengan kecepatan rata-rata 168,7 km/jam.
Catatan tersebut mengantarkan Bezzecchi unggul 0,103 detik atas Marc Marquez yang berada di posisi kedua dengan waktu 1:30,247. Alex Marquez menempati posisi ketiga dengan 1:30,329, diikuti Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli.
Hasil Practice ini sekaligus memperlihatkan ketatnya persaingan di papan atas. Sebanyak 12 pembalap pertama hanya dipisahkan 0,572 detik. Bahkan, Jorge Martin yang menempati posisi ke-10 hanya unggul 0,014 detik atas Enea Bastianini di posisi ke-11.
Bezzecchi Menentukan Segalanya di Menit Akhir
Persaingan posisi teratas berubah cepat menjelang akhir sesi. Beberapa pembalap mulai menggunakan ban belakang soft untuk mengejar catatan waktu terbaik.
Pedro Acosta lebih dahulu mencuri perhatian dengan catatan 1:30,558, kemudian mempertajamnya menjadi 1:30,488. Bezzecchi merespons dengan torehan 1:30,331 pada menit ke-49.
Keunggulan itu sempat direbut Marc Marquez yang mencatat 1:30,247. Namun, Bezzecchi kembali mengambil posisi pertama pada menit ke-59 dengan catatan 1:30,144.
Performa tersebut bukan hanya hasil dari satu putaran cepat. Bezzecchi juga menunjukkan ritme yang konsisten ketika menggunakan kombinasi ban medium. Dalam salah satu run, ia menghasilkan rangkaian waktu 1:30,829, 1:30,807, dan 1:30,849 dengan perbedaan antarputaran yang sangat kecil.
Keunggulan Bezzecchi semakin terlihat di sektor ketiga. Ia mencatat waktu 24,281 detik, menjadi yang tercepat di sektor tersebut. Analisis sumber menempatkan performa Aprilia RS-GP di sektor cepat sebagai salah satu fondasi penting keunggulannya di Misano.
Bagnaia Terpuruk di Posisi ke-19
Jika Bezzecchi menikmati sesi yang nyaris sempurna, situasinya berbanding terbalik bagi Bagnaia.
Pembalap Ducati Lenovo itu hanya mencatat waktu terbaik 1:31,459 dan berada di posisi ke-19. Jaraknya mencapai 1,315 detik dari Bezzecchi.
Masalah Bagnaia terlihat sejak pertengahan sesi. Waktu terbaiknya justru dicetak pada putaran keenam dalam run awal dan setelah itu tidak berhasil dipertajam. Ketika menggunakan ban belakang lunak baru pada run berikutnya, kestabilan bagian depan motor menjadi persoalan.
Hasil tersebut membuat Bagnaia harus melewati Q1. Ia tidak sendirian. Enea Bastianini, Fermin Aldeguer, Raul Fernandez, Brad Binder, dan Fabio Quartararo juga berada di luar 10 besar sehingga harus berebut dua tiket promosi menuju Q2.
Kondisi ini membuat Q1 menjadi salah satu sesi yang patut diperhatikan. Dengan selisih waktu yang sangat tipis di papan tengah, sedikit kesalahan dalam eksekusi satu putaran dapat mengubah posisi secara drastis.
Honda Justru Tampil Mengejutkan
Honda menjadi salah satu pabrikan yang memberikan kejutan di Practice Misano.
Luca Marini finis ketujuh dengan waktu 1:30,640, sedangkan Johann Zarco berada tepat di belakangnya dengan 1:30,654. Keduanya berhasil mengamankan tiket langsung menuju Q2.
Zarco bahkan mencatat waktu tercepat di sektor kedua, yakni 20,089 detik. Selain performa di tikungan, Honda juga memperlihatkan kecepatan puncak yang kompetitif.
Johann Zarco dan Diogo Moreira sama-sama tercatat menyentuh 300,8 km/jam. Secara agregat, Honda memiliki rata-rata top speed 299,98 km/jam dalam data yang dianalisis.
Hasil tersebut membuat Honda menempatkan dua pembalap langsung di Q2 dan memberi sinyal bahwa paket RC213V mampu tampil kompetitif di karakter sirkuit Misano.
Yamaha Gagal Menembus 10 Besar
Situasi berbeda dialami Yamaha. Tidak satu pun dari empat pembalapnya berhasil menembus posisi 10 besar.
Fabio Quartararo berada di posisi ke-16, Alex Rins ke-18, Jack Miller ke-20, sedangkan Toprak Razgatlioglu menempati posisi ke-21.
Toprak menjadi pembalap dengan catatan waktu paling lambat, yakni 1:32,071 atau terpaut 1,927 detik dari Bezzecchi. Peralihan dari WorldSBK ke MotoGP membuatnya masih menghadapi tantangan adaptasi terhadap karakter ban depan dan sasis Yamaha dalam pengereman agresif.
Yamaha juga menghadapi persoalan pada kecepatan puncak. Rata-rata top speed pabrikan tercatat 293,80 km/jam, menjadi yang terendah dalam perbandingan lima pabrikan pada sesi tersebut.
Marc Marquez Jadi Ancaman Bezzecchi
Di antara para pembalap yang berhasil mengamankan posisi langsung ke Q2, Marc Marquez menjadi nama yang paling patut diperhitungkan.
Marquez mampu mencetak 1:30,247 dengan ban belakang lunak baru. Menariknya, ia langsung mendapatkan waktu cepat tanpa membutuhkan fase pemanasan bertahap.
Karakter tersebut menunjukkan kemampuan Marquez dalam memaksimalkan grip ban baru pada satu putaran. Namun, dibandingkan Bezzecchi dan Alex Marquez, data ritme jarak jauhnya masih memberikan ruang pertanyaan mengenai konsistensi untuk balapan.
Dengan demikian, Practice Misano menghasilkan dua gambaran berbeda. Bezzecchi memiliki kombinasi kecepatan satu putaran dan ritme yang konsisten, sementara Marc Marquez menunjukkan ancaman kuat ketika ban lunak berada dalam kondisi optimal.
Q1 Menjadi Ujian Besar Bagnaia
Hasil Practice membuat peta persaingan kualifikasi menjadi menarik.
Bezzecchi, Marc Marquez, Alex Marquez, Di Giannantonio, Morbidelli, Acosta, Marini, Zarco, Pol Espargaro, dan Jorge Martin sudah mengamankan tempat di Q2.
Sebaliknya, Bagnaia harus mencari jalan keluar melalui Q1. Bersamanya terdapat sejumlah nama kuat yang juga gagal masuk 10 besar.
Bagi Ducati Lenovo, persoalan utama bukan hanya posisi Bagnaia, tetapi kemampuan tim menemukan kembali keseimbangan motor sebelum sesi berikutnya. Hasil analisis menekankan pentingnya pemulihan kepercayaan diri Bagnaia terhadap grip roda depan.
Sementara itu, Bezzecchi berada dalam posisi ideal setelah menjadi tolok ukur kecepatan Practice. Namun, keunggulan 0,103 detik atas Marc Marquez menunjukkan bahwa persaingan untuk posisi terdepan masih sangat terbuka.
Misano belum memberikan jawaban akhir. Bezzecchi datang dengan paket yang sangat kompetitif, sedangkan Bagnaia menghadapi pekerjaan besar sebelum perebutan posisi start dimulai.
Editor : Lugas Rumpakaadi