Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Misano, Bagnaia Justru Terpuruk di Posisi ke-18

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:33 WIB
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada FP1 MotoGP San Marino 2026 di Misano dengan catatan 1 menit 31,468 detik. (Ducati Corse)
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada FP1 MotoGP San Marino 2026 di Misano dengan catatan 1 menit 31,468 detik. (Ducati Corse)

RADAR BANYUWANGI - Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi Free Practice 1 (FP1) MotoGP San Marino 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Jumat (11/9). Pembalap Ducati Lenovo Team itu mencatat waktu 1 menit 31,468 detik, hanya unggul 0,060 detik atas Marco Bezzecchi.

Hasil tersebut menjadi pembuka yang menarik untuk akhir pekan balap di Misano. Di saat Marquez dan Bezzecchi bersaing sangat ketat di posisi terdepan, Francesco Bagnaia justru harus mengawali akhir pekan dari posisi ke-18.

Marquez Unggul Tipis atas Bezzecchi

Marquez membukukan waktu terbaiknya pada putaran terakhir yang ia jalani. Ia menyelesaikan 18 putaran dan mencatat 1 menit 31,468 detik.

Bezzecchi, yang mengendarai Aprilia Racing, berada tepat di belakang dengan 1 menit 31,528 detik. Raul Fernandez membuat kejutan dengan membawa Aprilia milik Trackhouse ke posisi ketiga melalui catatan 1 menit 31,601 detik.

Alex Marquez menempati posisi keempat bersama Gresini Ducati, sedangkan Johann Zarco menempatkan Honda LCR di urutan kelima.

Persaingan sejak FP1 berlangsung sangat rapat. Delapan pembalap teratas hanya dipisahkan kurang dari 0,270 detik, sementara jarak sepuluh besar dari pemuncak klasemen sesi hanya 0,509 detik.

Menariknya, catatan waktu aktual belum sepenuhnya menggambarkan potensi Bezzecchi. Jika sektor-sektor terbaiknya digabungkan, waktu ideal pembalap Aprilia tersebut mencapai 1 menit 31,268 detik, sekitar 0,260 detik lebih cepat daripada waktu terbaik aktualnya.

Keunggulan Bezzecchi terutama muncul di Sektor 3. Ia mencatat 24,497 detik, menjadi yang tercepat di sektor yang mencakup rangkaian tikungan cepat Curvone dan Carro.

Marquez memiliki keunggulan berbeda. Selisih antara waktu ideal dan catatan aktualnya hanya 0,015 detik, menunjukkan bahwa ia mampu memanfaatkan hampir seluruh potensi motornya dalam satu putaran. Ia juga menjadi pembalap tercepat di Sektor 4 dengan catatan 20,441 detik.

Bagnaia Terpuruk di Posisi ke-18

Perhatian lain dari FP1 tertuju kepada Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo Team itu hanya mencatat 1 menit 32,461 detik dan berada di posisi ke-18.

Bagnaia terpaut 0,993 detik dari Marquez. Hasil tersebut cukup mencolok karena ia memiliki catatan waktu kuat di Misano, termasuk rekor putaran tercepat sepanjang masa yang tercatat dalam materi analisis sebesar 1 menit 30,031 detik.

Namun, posisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan Ducati GP26 kehilangan daya saing. Analisis sesi menyebut garasi Bagnaia lebih banyak menggunakan FP1 untuk mencari solusi terhadap kestabilan bagian depan motor ketika memasuki tikungan.

Tim melakukan pengujian pada geometri suspensi dan pengaturan pengereman mesin. Dengan kata lain, Bagnaia belum berfokus penuh mengejar catatan waktu satu putaran, melainkan mencoba menemukan setelan yang lebih sesuai dengan karakter Misano.

Sesi berikutnya menjadi penting bagi Bagnaia. Ia membutuhkan perbaikan pada kestabilan bagian depan motor, terutama ketika melakukan pengereman dan memasuki tikungan lambat di sektor awal, agar defisit waktunya dapat dipangkas.

Honda Mulai Menunjukkan Taring

Honda menjadi salah satu pabrikan yang memberikan sinyal positif pada FP1.

Johann Zarco finis kelima dengan catatan 1 menit 31,650 detik, sedangkan Luca Marini berada di posisi ketujuh dengan 1 menit 31,722 detik.

Performa Honda juga terlihat dari data kecepatan. Rata-rata kecepatan puncak pembalap Honda mencapai 298,93 km/jam, sedikit lebih tinggi daripada Ducati yang berada di angka 298,05 km/jam.

Marini mencatat kecepatan puncak 300,8 km/jam, sementara Zarco dan Diogo Moreira sama-sama mencapai 299,1 km/jam. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan Honda dalam menyalurkan tenaga ke lintasan.

Aprilia tetap menjadi pabrikan dengan angka kecepatan puncak tertinggi. Bezzecchi mencapai 301,6 km/jam, sedangkan rata-rata kecepatan puncak Aprilia berada di sekitar 300 km/jam. KTM juga menunjukkan performa kuat dengan rata-rata 298,95 km/jam.

Yamaha masih memiliki pekerjaan rumah. Rata-rata kecepatan puncak konsisten para pembalapnya tercatat 292,48 km/jam. Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu sama-sama mencatat kecepatan puncak 292,6 km/jam.

Keterbatasan tersebut membuat pembalap Yamaha harus mengandalkan kecepatan di tikungan dan pengereman untuk menutupi kekurangan ketika berakselerasi di lintasan lurus.

Duel Marquez dan Bezzecchi Masih Terbuka

Hasil FP1 belum cukup untuk menentukan siapa yang akan menjadi favorit utama di Misano. Kondisi lintasan pada sesi pagi masih belum ideal karena kelembapan udara mencapai 75 persen dan temperatur aspal berada di kisaran 26 derajat Celsius.

Seiring meningkatnya temperatur lintasan dan bertambahnya lapisan karet ban di permukaan aspal, waktu putaran diperkirakan masih dapat membaik pada sesi-sesi berikutnya. Analisis tersebut memperkirakan catatan waktu dapat bergerak menuju kisaran 1 menit 30 detik pada sesi Practice dan kualifikasi.

Dari data FP1, Marquez dan Bezzecchi memiliki kekuatan yang berbeda. Aprilia terlihat kuat di tikungan cepat dan lintasan lurus, sedangkan Ducati memiliki keunggulan dalam pengereman serta traksi di tikungan lambat.

Faktor lain yang patut diperhatikan adalah ketahanan ban. Bezzecchi mampu mempertahankan catatan putaran cepat meski ban belakangnya telah digunakan dalam banyak putaran. Marquez juga mencetak waktu tercepat sesi ketika ban belakangnya sudah menempuh 13 putaran.

Karena itu, pertarungan di Misano kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling cepat dalam satu putaran. Kemampuan menjaga performa ban dan konsistensi sepanjang balapan juga akan menjadi faktor penting.

Sesi FP1 ini setidaknya memberikan satu gambaran awal. Marquez langsung menunjukkan kecepatannya, Bezzecchi memiliki potensi yang belum sepenuhnya keluar, sementara Bagnaia masih harus mencari jawaban atas persoalan pada Ducati GP26.

Satu sesi latihan masih terlalu dini untuk menentukan hasil akhir. Namun, jika persaingan tetap seketat FP1, duel Marquez dan Bezzecchi layak menjadi salah satu perhatian utama sepanjang akhir pekan MotoGP San Marino 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
MotoGP San Marino 2026 Misano World Circuit Marco Bezzecchi marc marquez francesco bagnaia