RADAR BANYUWANGI - Hasil mengecewakan harus diterima pembalap Indonesia Veda Ega Pratama pada Moto3 GP Aragon 2026. Start dari posisi ke-22, Veda sempat merangsek hingga urutan ke-15, tetapi kehilangan momentum di fase akhir dan akhirnya finis di posisi ke-20 tanpa tambahan poin. Hasil tersebut membuat pembalap asal Gunungkidul itu turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan 97 poin.
Balapan di Sirkuit MotorLand Aragón, Spanyol, menjadi gambaran bagaimana persaingan Moto3 dapat berubah dalam hitungan lap. Veda sebenarnya mengawali lomba dengan perkembangan positif setelah start dari baris belakang.
Memasuki lap ketiga, rider Indonesia itu sudah berhasil memperbaiki posisinya ke peringkat ke-17. Tiga lap kemudian, Veda kembali menunjukkan kecepatannya dengan menembus posisi ke-15.
Posisi tersebut sempat membuka peluang bagi Veda untuk mengamankan poin penting. Namun, ritmenya tidak mampu dipertahankan hingga penghujung lomba.
Ketika balapan memasuki lima putaran terakhir, posisi Veda kembali merosot hingga urutan ke-22. Upaya mengejar rombongan di depannya masih dilakukan hingga lap terakhir, tetapi Veda hanya mampu mengakhiri balapan di posisi ke-20.
Finis di luar zona poin menjadi pukulan tersendiri bagi Veda dalam perburuan posisi klasemen Moto3. Sebab, persaingan papan tengah hingga atas semakin ketat memasuki fase penting musim 2026.
Veda kini mengoleksi 97 poin dan turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara. Posisi keenam ditempati Valentin Perrone yang berhasil mengumpulkan 103 poin.
Jarak Veda dengan Perrone kini enam poin. Di belakangnya, pembalap Malaysia Hakim Danish juga terus memberikan tekanan. Hakim berada di posisi kedelapan dengan 90 poin, hanya terpaut tujuh poin dari Veda.
Situasi tersebut membuat setiap balapan berikutnya menjadi semakin krusial. Satu hasil buruk bisa membuat posisi Veda kembali tergeser, sementara finis di zona poin dapat mengubah peta persaingan dengan cepat.
Meski gagal mendapatkan poin di Aragon, Veda memilih tidak larut dalam kekecewaan. Melalui akun Instagram @veda_54, dia menyebut akhir pekan di Aragon bukan hasil yang diharapkan, tetapi tetap menjadi bagian dari proses belajar.
"Bukan akhir pekan kami. Tapi kami belajar, tetap berusaha dan kembali lebih kuat," tulis Veda.
Pesan tersebut menjadi gambaran sikap Veda setelah melewati balapan yang tidak berjalan sesuai rencana. Start dari posisi ke-22, mampu menembus posisi ke-15, kemudian kembali terlempar ke luar zona poin menunjukkan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan pada seri berikutnya.
Di sisi lain, GP Aragon 2026 menjadi panggung kemenangan Maximo Quiles. Pembalap tersebut keluar sebagai pemenang, disusul David Almansa di posisi kedua dan Marco Morelli yang melengkapi podium.
Kemenangan itu semakin mengukuhkan Quiles di puncak klasemen sementara Moto3. Dia kini mengoleksi 256 poin.
Bagi Veda, tantangan berikutnya bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga konsistensi agar kembali masuk zona poin dan memangkas jarak dengan para pesaingnya.
Dengan 97 poin di tangan, persaingan Veda masih terbuka. Namun, GP Aragon memberi satu pelajaran penting: kecepatan di awal balapan harus mampu dipertahankan hingga bendera finis jika ingin kembali bertahan di papan atas klasemen Moto3. (*)
Editor : Ali Sodiqin