RADAR BANYUWANGI – Penampilan impresif Veda Ega Pratama pada musim debut Moto3 2026 tak hanya menarik perhatian terhadap kemampuan membalapnya, tetapi juga memicu perdebatan mengenai performa motor Honda NSF250RW yang digunakannya bersama Honda Team Asia. Di tengah anggapan bahwa motor Honda kalah kompetitif dibanding KTM RC250GP, Veda justru memberikan penjelasan berbeda berdasarkan pengalamannya langsung di lintasan.
Pembalap binaan PT Astra Honda Motor itu menegaskan setiap motor di Moto3 memiliki karakteristik masing-masing. Karena itu, performa tidak bisa diukur hanya dari kecepatan di lintasan lurus, melainkan harus disesuaikan dengan karakter sirkuit yang dihadapi.
Pernyataan tersebut disampaikan Veda saat ditemui di Jakarta pada Selasa (9/6/2026), ketika kembali ke Indonesia di sela kalender balap Moto3 beberapa waktu lalu.
Honda NSF250RW Punya Keunggulan di Tikungan Cepat
Menurut Veda, Honda NSF250RW memiliki kelebihan yang membuatnya sangat kompetitif di sirkuit dengan banyak tikungan berkecepatan tinggi.
"Honda NSF250RW ini kuat di sirkuit-sirkuit yang memiliki banyak tikungan berkecepatan tinggi," ujar Veda.
Ia menjelaskan karakter tersebut didukung oleh desain bodi motor yang lebih aerodinamis sehingga mampu menjaga stabilitas saat melaju dengan kecepatan tinggi di sektor tikungan.
Keunggulan itu menjadi salah satu alasan mengapa Honda tetap mampu bersaing di sejumlah lintasan meski kerap dibandingkan dengan motor KTM.
Tak Hanya Aerodinamika, Kecepatan Puncak Juga Jadi Andalan
Selain unggul dalam aspek aerodinamika, Veda menilai Honda juga memiliki kelebihan dari sisi top speed atau kecepatan puncak.
Pandangan tersebut berbeda dengan anggapan sebagian penggemar Moto3 yang menyebut KTM lebih dominan dalam seluruh aspek performa.
Menurut Veda, setiap pabrikan memiliki filosofi pengembangan motor yang berbeda. Karena itu, hasil balapan tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi mesin, tetapi juga dipengaruhi setelan motor, strategi tim, kondisi lintasan, hingga kemampuan pembalap memaksimalkan potensi motor.
Performa Veda Jadi Bukti Daya Saing Honda
Musim debut Veda Ega di Moto3 2026 menjadi salah satu pembuktian bahwa Honda NSF250RW masih mampu tampil kompetitif di level dunia.
Sejumlah hasil positif yang diraih pembalap asal Indonesia itu menunjukkan bahwa kombinasi kemampuan pembalap dan karakter motor tetap mampu bersaing dengan para rival yang menggunakan KTM maupun pabrikan lainnya.
Penampilan konsisten Veda juga membuat namanya mulai diperhitungkan di papan tengah klasemen Moto3 serta menjadi salah satu rookie yang mencuri perhatian sepanjang musim.
Karakter Motor Harus Disesuaikan dengan Sirkuit
Penjelasan Veda memperlihatkan bahwa tidak ada motor yang benar-benar unggul di semua lintasan.
Pada sirkuit dengan banyak tikungan cepat, Honda disebut memiliki keuntungan dari sisi aerodinamika dan kestabilan. Sementara di karakter lintasan lain, faktor setelan motor dan strategi balapan menjadi penentu utama.
Karena itu, persaingan Moto3 tidak semata-mata ditentukan oleh merek motor, tetapi juga kemampuan tim dalam menemukan setelan terbaik sesuai karakter setiap seri balapan.
Dengan kalender Moto3 2026 yang masih menyisakan sejumlah putaran, Veda Ega Pratama berpeluang terus membuktikan bahwa Honda NSF250RW tetap memiliki daya saing tinggi. Konsistensi pembalap muda Indonesia itu juga diharapkan mampu mematahkan anggapan bahwa motor Honda berada di bawah KTM dalam perebutan hasil terbaik di kejuaraan dunia Moto3. (*)
Editor : Ali Sodiqin