RADARBANYUWANGI.ID - Teka-teki masa depan Alex Rins bersama Yamaha Factory Racing akhirnya terjawab. Namun, bukan kabar manis yang datang. Pembalap asal Spanyol itu memastikan dirinya tak lagi menjadi bagian dari tim pabrikan Yamaha untuk musim MotoGP 2027.
Keputusan tersebut terbilang mengejutkan. Pasalnya, Yamaha tengah menjalankan proyek transformasi besar, termasuk pengembangan mesin baru, yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum kebangkitan tim berlogo garpu tala itu.
Informasi yang beredar menyebutkan posisi Rins akan diisi talenta muda Jepang, Ai Ogura. Saat ini Ogura membela Trackhouse Racing dan diproyeksikan menjadi tandem Jorge Martin di Yamaha.
Meski belum diumumkan secara resmi, dikabarkan masih menunggu penyelesaian aspek finansial dengan Liberty Media, Rins sudah lebih dulu membuka situasi tersebut ke publik. Ia berbicara dalam sesi media jelang GP Spanyol di Sirkuit Jerez.
Rins mengungkap momen krusial saat menghubungi manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli.
“Saya menelepon Maio (Meregalli) untuk obrolan biasa. Saya bertanya langsung apakah ada kabar terbaru, dan dia sempat terdiam,” ujar Rins, dikutip The Race.
“Dia akhirnya berkata, ‘Saya tidak bisa bicara banyak, tapi karena hubungan baik kita, jangan katakan ini ke publik—kami sudah menandatangani kontrak pembalap kedua’,” imbuhnya.
Pengakuan itu menjadi sinyal jelas bahwa kursinya di Yamaha tak lagi aman.
Kekecewaan Rins pun tak terbendung. Ia menilai keputusan tim terlalu tergesa, mengingat musim baru berjalan tiga seri dan motor Yamaha belum mencapai performa optimal.
“Sebagai pembalap, sulit untuk memahami keputusan ini. Bagaimana mungkin masa depan ditentukan hanya dalam tiga balapan saat motor belum perform 100 persen?” tegasnya.
“Saya sudah memberikan segalanya sejak hari pertama,” ungkapnya.
Situasi tersebut makin kompleks karena Yamaha masih berjuang mengembangkan mesin V4 terbaru yang belum menunjukkan hasil signifikan di lintasan.
Rins juga menepis anggapan bahwa cedera kaki yang dialaminya pada 2023 menjadi faktor penurunan performa.
“Saya sudah pulih sepenuhnya sejak pertengahan 2024. Level saya masih sama seperti saat menang bersama Suzuki Ecstar maupun Repsol Honda Team,” ujarnya.
Dengan kepastian hengkang dari Yamaha, masa depan Rins kini menjadi tanda tanya besar. Opsi bergabung dengan tim satelit seperti Pramac Racing dinilai kecil. Sementara peluang ke World Superbike mulai mencuat.
Namun, Rins menegaskan satu hal: ia belum ingin meninggalkan MotoGP.
“Saya merasa masih punya potensi besar di kejuaraan ini. Satu-satunya pilihan saya sekarang adalah tancap gas di lintasan,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi