Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) Belum Mampu Memikat Wisatawan, Tawarkan Wisata Edukasi Geologi: Pengunjung Minim

Bagus Rio Rohman • Jumat, 5 Juli 2024 | 08:00 WIB
IKONIK: Bagunan PIGGI berdiri megah di Jalan Gajahmada, Banyuwangi.
IKONIK: Bagunan PIGGI berdiri megah di Jalan Gajahmada, Banyuwangi.

Radarbanyuwangi.id - Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) tampaknya belum terlalu memikat wisatawan untuk berkunjung ke gedung yang berlokasi di Jalan Gajahmada, Banyuwangi tersebut.

Buktinya, meski telah diluncurkan pada 26 Januari lalu, hingga Kamis (4/7) jumlah pengunjung di museum sekaligus destinasi wisata edukasi geologi tersebut ”hanya” sekitar seribu orang.

Jika di-breakdown per bulan, maka rata-rata jumlah pengunjung PIGGI hanya di kisaran 160 orang. Bahkan jika dihitung rata-rata harian, maka jumlah pengunjung tak sampai genap jari tangan kanan dan kiri alias tidak sampai sepuluh orang, yakni hanya di kisaran lima sampai enam orang.

Jumlah pengunjung PIGGI sebanyak seribu orang itu pun tidak seluruhnya merupakan wisatawan yang hendak naik ke Gunung Ijen. Sebagian dari mereka merupakan kalangan pelajar asal berbagai sekolah di Banyuwangi.

Angka kunjungan di PIGGI sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Selama libur panjang Waisak, yakni Kamis (23/5) sampai Sabtu (5/5) misalnya, otoritas TWA Ijen menyebutkan bahwa angka kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara mencapai 2.890 orang.

Padahal, museum PGGI menawarkan destinasi baru, yakni wisata edukasi geologi yang meliputi kekayaan arkeologi, peninggalan budaya, hingga kekayaan flora dan fauna di Banyuwangi. Sebagaimana pernyataan Bupati Ipuk Fiestiandani saat membuka Museum PIGGI pada 26 Januari lalu.

Kala itu, Bupati Ipuk mengatakan bahwa PIGGI dapat memberikan edukasi kegeologian yang lengkap bagi pelajar, masyarakat umum, wisatawan, hingga peneliti. ”Mereka bisa mendapatkan informasi kekayaan geologi di kawasan Geopark Ijen,” ujarnya.

Saat memasuki gedung, pengunjung akan merasa seakan-akan menapaki setiap geosite, biosite, dan cultural-site Geopark Ijen. Semua informasi tersaji secara sistematis dalam media digital yang sangat informatif.

Pengunjung disajikan video immersive Geopark Ijen yang berisi beragam informasi tentang kekayaan arkeologi, sejarah tektonik, kaldera Ijen, danau asam, api biru, dan beragam informasi lainnya dari tenaga interpreter yang telah bersiap menyambut para pengunjung.  

Di lantai dua, pengunjung dikenalkan beragam geologi, melihat culture-site yang tersaji sangat atraktif melalui peta proyeksi, menyaksikan video singkat Geopark Ijen di mini-theatre, hingga melihat foraminifera (organisme bersel satu) secara jelas menggunakan mikroskop.

Usut punya usut, bangunan dan gedung PIGGI tersebut baru diserahterimakan dari Pemkab Banyuwangi ke pihak Geopark Ijen pada Senin (1/7) lalu.

”Memang baru diserahterimakan dari Pemkab Banyuwangi ke Geopark Ijen sehingga kami baru memiliki kewenangan pengelolaan sejak bulan Juli,” ujar General Manager Geopark Ijen Abdillah Baraas.

Abdillah mengatakan, sejak soft launching oleh Bupati Ipuk, sudah banyak pengunjung yang datang ke PIGGI. Namun, sejauh ini pihaknya belum menerapkan tarif masuk bagi setiap pengunjung.

”Selama belum diserahterimakan, kunjungan wisatawan sudah include dengan Museum Blambangan. Wisatawan yang berkunjung ke Museum Blambangan mendapatkan bonus kunjungan ke PIGGI,” kata dia.

Abdillah menambahkan, pemberlakuan tarif masuk diperlukan untuk menopang biaya perawatan gedung dan lain sebagainya.

”Dengan adanya serah terima ini, tentunya kami lebih memiliki kewenangan dalam melakukan pengelolaan agar PIGGI tetap berlangsung,” ungkapnya.

Nantinya, lanjut Abdillah, pihaknya akan menerapkan tarif sesuai aturan yang berlaku. Wisatawan pelajar hanya dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang. Sedangkan wisatawan umum Rp 10 ribu per orang dan wisatawan asing Rp 15 ribu per orang.

”Tarif tersebut tentunya menjadi salah satu solusi dalam menambah PAD (pendapatan asli daerah), mengingat banyaknya wisatawan yang hendak berkunjung ke PIGGI,” jelasnya. (rio/sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#theatre #museum #Breakdown #Kaldera #pengunjung #pemkab banyuwangi #flora fauna #wisawatan #PIGGI #geopark ijen #Bupati Ipuk Fiestiandani #geologi #banyuwangi #ijen #edukasi