Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rombongan Haji dari Raas Tempuh Waktu Lima Jam dengan Perahu Kayu

Edy Supriyono • Kamis, 9 Juni 2022 | 15:35 WIB
SEGERA BERANGKAT HAJI: Suasana keluarga jamaah haji asal Raas, Sumenep, Madura saat turun dari perahu kayu di Pelabuhan Jangkar, Desa/Kecamatan Jangkar, Selasa (7/6) lalu. (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
SEGERA BERANGKAT HAJI: Suasana keluarga jamaah haji asal Raas, Sumenep, Madura saat turun dari perahu kayu di Pelabuhan Jangkar, Desa/Kecamatan Jangkar, Selasa (7/6) lalu. (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
JANGKAR, Radar Situbondo – Butuh perjuangan khusus bagi Amisujak dan istrinya untuk berangkat haji tahun ini.  Pasutri asal Desa Alas Malang, Kecamatan Raas, Sumenep, Madura, itu harus menemuh perjalanan lima jam menggunakan perahu untuk sampai ke Situbondo melalui jalur laut. Keduanya diantar oleh keluarga besarnya.

Puluhan orang itu sangat antusias untuk mengawal Amisujak dan istri  hingga tiba di Situbondo. Apalagi,  Perjalanan pasutri tersebut untuk menjadi tamu Allah sudah tertunda selama tiga tahun. Perahu yang mereka tumpangi dihiasi dengan berbagai macam ornamen menarik. Sehingga terkesan meriah di tengah perjalan laut yang dilewati.

Tiba di Pelabuhan Jangkar, perahu yang mereka tumpangi tidak bisa langsung ke darat. Mreka harus menggunakan kapal kayu lain yang ukurannya lebih kecil untuk mengantar ke pantai. Beruntung, ombak Di pantai Jangkar kecil. Sehingga, dapat memudahkan proses pengangkutan jamaah haji dan keluarganya ke darat. “Kami bersama keluarga besar dari Madura. Ini menjadi keinginan mereka untuk mengantar kami berangkat haji,” ucap Amisujak, Selasa (7/6) kemarin.

Lebih lanjut, Amisujak menuturkan, untuk tempat yang digunakan bermalam sudah disiapkan oleh panitia. “Ada jamaah haji lainnya juga yang saat ini menginap di Sukorejo. Karena kami saling komunikasi sejak jauh-jauh hari,”imbuhnya.

Dia mengatakan, agar bisa tiba di Situbondo terpaksa menggunakan perahu kayu. Sebab tiket yang disediakan sudah habis terjual. “Tiga hari sekali kapal Ferry baru ada, dan kebetulan tadi sudah tidak kebagian tiket kapal,” ujarnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#haji pascapandemi #haji 2022 #CJH Raas #Naik Perahu