Mengapa Merawat Tanaman Hias Bisa Menjadi Jeda dari Stres?

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:41 WIB
Merawat tanaman hias di rumah dapat menjadi aktivitas sederhana untuk memberi jeda dari rutinitas dan menciptakan ruang yang lebih tenang. (ChatGPT)
Merawat tanaman hias di rumah dapat menjadi aktivitas sederhana untuk memberi jeda dari rutinitas dan menciptakan ruang yang lebih tenang. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Setelah seharian berhadapan dengan pekerjaan dan rutinitas, sebagian orang memilih mengambil waktu beberapa menit untuk merawat tanaman di rumah. Menyiram, membersihkan daun, memangkas bagian yang mengering, atau sekadar memperhatikan tunas baru dapat menjadi aktivitas sederhana untuk mengalihkan perhatian dari kepenatan.

Bagi penghobi tanaman hias, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang menjaga rumah tetap hijau. Ada proses memperlambat aktivitas, memberikan perhatian pada sesuatu yang hidup, sekaligus menciptakan ruang tenang di tengah kesibukan.

Kebiasaan merawat tanaman juga semakin relevan bagi masyarakat yang menginginkan bentuk self-care sederhana tanpa harus pergi jauh atau mengeluarkan biaya besar. Rumah dengan teras kecil, balkon, atau sudut dekat jendela pun dapat dimanfaatkan untuk membuat ruang hijau.

Merawat tanaman memberi jeda dari rutinitas

Aktivitas berkebun membuat seseorang berhadapan dengan pekerjaan yang dilakukan secara perlahan. Tanaman tidak dapat tumbuh dalam sekejap, sehingga proses perawatannya menuntut konsistensi.

Ketika menyiram tanaman atau mengganti media tanam, perhatian seseorang dapat tertuju pada aktivitas yang sedang dilakukan. Jeda tersebut dapat menjadi kesempatan untuk sejenak melepaskan pikiran dari pekerjaan, gawai, maupun berbagai persoalan sehari-hari.

Fenomena ini berkaitan dengan konsep biophilia, yaitu kecenderungan alami manusia untuk memiliki hubungan dengan alam. Kehadiran unsur alam di lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kembali hubungan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Interaksi dengan lingkungan hijau juga dikaitkan dengan kondisi tubuh yang lebih rileks. Kehadiran tanaman di dalam hunian dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman, meski manfaatnya tentu berbeda pada setiap orang.

Berkebun dan ruang untuk mengelola emosi

Manfaat psikologis dari aktivitas berkebun turut disampaikan dr. Ema Surya Pertiwi melalui unggahan di akun TikTok miliknya.

Ia menjelaskan bahwa berkebun dapat menjadi salah satu bentuk terapi kesehatan jiwa alami yang membantu seseorang menghadapi gejala depresi maupun kecemasan.

“Berkebun merupakan bentuk terapi kesehatan jiwa alami yang efektif untuk meredakan gejala depresi hingga kecemasan,” ungkap dr. Ema Surya Pertiwi.

Menurutnya, berinteraksi dengan tanaman memberikan ruang yang tenang tanpa penghakiman. Kondisi tersebut dapat membantu seseorang memiliki kesempatan untuk mengelola emosi ketika menghadapi tekanan kehidupan.

Namun, aktivitas berkebun sebaiknya dipandang sebagai bagian dari aktivitas pendukung kesehatan mental, bukan pengganti konsultasi atau penanganan profesional ketika seseorang mengalami masalah psikologis yang membutuhkan pertolongan.

Belajar sabar dari tanaman

Ada pelajaran lain yang muncul dari proses merawat tanaman, yakni kesabaran.

Tidak semua tanaman tumbuh sesuai harapan. Daun dapat menguning, tanaman bisa layu, pertumbuhan dapat terhambat, atau upaya memperbanyak tanaman tidak selalu berhasil.

Kegagalan tersebut justru menjadi bagian dari proses belajar. Seseorang perlu mencari tahu penyebabnya, memperbaiki cara perawatan, kemudian mencoba kembali.

Menurut dr. Ema, proses tersebut juga dapat melatih seseorang agar lebih sabar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.

“Proses menumbuhkan tanaman mengajarkan keberanian untuk mencoba kembali meskipun sempat menemui kegagalan,” jelasnya.

Tanaman indoor untuk membuat rumah lebih nyaman

Selain aspek psikologis, tanaman juga menjadi pilihan untuk menghadirkan suasana alami di dalam rumah. Lidah mertua, sirih gading, dan peace lily merupakan beberapa jenis yang populer digunakan sebagai tanaman indoor.

Sejumlah penelitian mengenai tanaman dan kualitas udara menunjukkan adanya kemampuan tanaman tertentu dalam menyerap senyawa tertentu pada kondisi penelitian. Namun, dalam kondisi rumah sehari-hari, jumlah tanaman dalam pot tidak dapat menggantikan fungsi ventilasi maupun perangkat penyaring udara.

Karena itu, manfaat tanaman sebaiknya ditempatkan dalam konteks yang tepat. Tanaman dapat menjadi bagian dari lingkungan rumah yang nyaman, tetapi kebersihan ruangan, sirkulasi udara, dan pengelolaan kelembapan tetap penting.

Tak perlu halaman luas untuk memulai

Di Banyuwangi, aktivitas menanam tidak selalu membutuhkan halaman yang luas. Teras rumah, balkon, ambang jendela, atau sudut ruangan yang mendapatkan cahaya sesuai kebutuhan tanaman dapat dimanfaatkan.

Pemula juga tidak perlu langsung membeli banyak jenis tanaman. Memulai dari tanaman yang relatif mudah dirawat dapat membantu membangun kebiasaan tanpa membuat aktivitas tersebut terasa sebagai pekerjaan tambahan.

Rutinitas sederhana seperti memeriksa kondisi daun, memastikan kebutuhan air, membersihkan area tanaman, atau melakukan pemangkasan dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Dari kebiasaan kecil itu, seseorang dapat membangun ruang hijau yang sesuai dengan kondisi rumah dan waktu yang dimiliki.

Self-care sederhana di tengah kehidupan yang cepat

Merawat tanaman hias pada akhirnya bukan hanya persoalan dekorasi. Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut memberikan kesempatan untuk memperlambat ritme dan mengalihkan perhatian sejenak dari berbagai tuntutan kehidupan.

Tidak dibutuhkan halaman luas ataupun koleksi mahal untuk memulainya. Beberapa pot dan waktu beberapa menit setiap hari sudah cukup untuk menciptakan rutinitas sederhana.

Di tengah aktivitas yang serba cepat, mungkin justru proses melihat tanaman tumbuh perlahan yang menjadi bagian paling berharga. Bukan karena tanaman dapat menyelesaikan seluruh persoalan, melainkan karena merawatnya memberi seseorang alasan untuk berhenti sejenak, memperhatikan sesuatu di sekitarnya, dan kembali melanjutkan hari dengan pikiran yang lebih tertata.

Editor : Lugas Rumpakaadi
terapi berkebun tanaman indoor self-care kesehatan mental tanaman hias