Fashion Vintage Kembali Digemari Anak Muda, Gaya Lama Dikemas Kekinian

Anisatul Septi Ramadhani • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Gaya vintage kembali diminati anak muda. Padu padan busana klasik dengan item modern menjadi cara untuk tampil berbeda sekaligus mengekspresikan kreativitas. (Gemini AI)
Gaya vintage kembali diminati anak muda. Padu padan busana klasik dengan item modern menjadi cara untuk tampil berbeda sekaligus mengekspresikan kreativitas. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Tren fashion vintage kembali mencuri perhatian kalangan anak muda. Busana dengan sentuhan klasik yang sempat identik dengan gaya masa lalu kini kembali hadir dalam tampilan yang lebih segar. Kemeja bermotif, celana model lawas, jaket denim, hingga aksesori bergaya retro mulai dipadukan dengan pakaian modern.

Fenomena tersebut membuat fashion vintage tidak lagi sekadar dianggap sebagai gaya berpakaian generasi terdahulu. Di kalangan anak muda, pakaian bergaya klasik justru menjadi salah satu pilihan untuk membangun penampilan yang berbeda.

Media sosial turut memperkuat perkembangan tren tersebut. Beragam konten fesyen di platform digital membuat anak muda lebih mudah menemukan inspirasi untuk memadukan berbagai jenis pakaian. Model yang unik dan tidak terlalu umum juga menjadi daya tarik tersendiri.

Tak sedikit pengguna media sosial yang menampilkan kombinasi busana vintage dengan item modern. Padu padan tersebut menghasilkan tampilan yang tetap mengikuti perkembangan zaman, tetapi memiliki karakter yang lebih kuat.

Bagi sebagian anak muda, fashion vintage juga berkaitan dengan ekspresi diri. Pilihan pakaian tidak semata-mata mengikuti tren, melainkan menjadi bagian dari cara menunjukkan selera dan kreativitas.

“Menurut saya, fashion vintage menarik karena modelnya berbeda dari pakaian yang banyak digunakan sekarang. Kita juga bisa memadukannya dengan pakaian modern supaya tetap terlihat kekinian,” ujar Nabila.

Selain membeli pakaian di toko, perburuan busana bergaya vintage juga berkembang melalui aktivitas thrifting. Pakaian bekas dengan model klasik kerap dicari karena mempunyai desain yang belum tentu mudah ditemukan pada koleksi pakaian masa kini.

Thrifting sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk bereksperimen. Satu pakaian lama dapat dipadukan dengan sepatu, tas, aksesori, atau atasan modern sehingga menghasilkan tampilan baru. Cara tersebut membuat pakaian lama memiliki fungsi dan nilai estetika yang berbeda.

Kondisi itu menunjukkan bahwa daya tarik fashion vintage bukan hanya terletak pada usia atau bentuk pakaian. Unsur pentingnya justru berada pada kemampuan pemakainya dalam memilih, mengombinasikan, dan menyesuaikan busana dengan karakter pribadi.

Di tengah derasnya tren fesyen yang silih berganti, gaya vintage menawarkan pilihan bagi mereka yang ingin tampil lebih personal. Model klasik dipertahankan, sementara sentuhan modern membuatnya tetap relevan dikenakan sehari-hari.

Dengan referensi fesyen yang semakin mudah ditemukan di media sosial, fashion vintage berpeluang terus menjadi bagian dari tren anak muda. Bagi sebagian kalangan, gaya tersebut bukan sekadar nostalgia terhadap mode lama, melainkan medium untuk berkreasi dan tampil berbeda.

Editor : Lugas Rumpakaadi
thrifting tren fashion anak muda fashion vintage gaya retro fashion Banyuwangi