RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah kemudahan mengabadikan momen menggunakan smartphone, tren mencetak foto bergaya Polaroid kembali mendapat tempat di kalangan anak muda Banyuwangi. Foto yang sebelumnya hanya tersimpan di galeri ponsel kini banyak dicetak dan disusun dalam album sebagai cara menyimpan kenangan yang dinilai lebih berkesan.
Perubahan kebiasaan tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor estetika. Banyak anak muda menilai foto cetak memiliki nilai emosional yang lebih kuat dibandingkan file digital yang berisiko hilang akibat kerusakan perangkat, pergantian ponsel, maupun terhapus secara tidak sengaja.
Salah seorang warga Banyuwangi, Shira, mengaku sengaja mencetak foto dalam format Polaroid karena merasa lebih aman sekaligus mampu menghadirkan kenangan yang lebih nyata.
"Aku suka mencetak foto dalam bentuk Polaroid, soalnya kalau di HP suka tiba-tiba ke-reset dan hilang. Album Polaroid itu rasanya lebih ngena, jadi kenangannya benar-benar terasa," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Daya tarik foto Polaroid juga terletak pada bingkai putih khas yang dimilikinya. Ruang kosong di bagian bawah foto kerap dimanfaatkan untuk menuliskan tanggal, lokasi, maupun pesan singkat sehingga setiap lembar foto memiliki cerita tersendiri.
Tak hanya menjadi tempat menyimpan dokumentasi, album Polaroid kini berkembang sebagai media ekspresi diri. Banyak anak muda melengkapinya dengan berbagai hiasan seperti stiker, tiket konser, tiket bioskop, kartu ucapan, hingga catatan kecil yang berkaitan dengan momen dalam foto. Perpaduan tersebut membuat album tidak sekadar menjadi kumpulan gambar, tetapi juga rekam jejak perjalanan hidup.
Meningkatnya tren ini turut didukung kemudahan layanan cetak foto. Berbagai jasa percetakan kini menyediakan layanan cetak foto bergaya Polaroid langsung dari galeri smartphone dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, kehadiran printer foto portabel memungkinkan pengguna mencetak foto kapan saja tanpa harus memiliki kamera instan.
Editor : Lugas Rumpakaadi