Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Heboh Penemuan Baru! Manusia Purba Diduga Angkut Batu Stonehenge 700 Km Tanpa Teknologi Modern

Titin Wulandari • Senin, 22 Juni 2026 | 12:00 WIB
BATU RAKSASA : Penelitian terbaru mengungkap Altar Stone di Stonehenge ternyata diangkut manusia purba.(Foto:Pixabay)
BATU RAKSASA : Penelitian terbaru mengungkap Altar Stone di Stonehenge ternyata diangkut manusia purba.(Foto:Pixabay)

Radarbanyuwangi.id - Misteri besar di balik Stonehenge kembali menggemparkan dunia arkeologi. Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang Altar Stone, batu terbesar yang berada di pusat kompleks Stonehenge, Inggris.

Batu raksasa seberat sekitar enam ton itu diduga telah diangkut oleh manusia purba dari wilayah timur laut Skotlandia menuju Stonehenge, dengan jarak fantastis mencapai sekitar 700 kilometer. Temuan ini sekaligus mematahkan teori lama yang menyebut batu tersebut berpindah karena bantuan gletser.

Penelitian yang dilakukan tim ilmuwan dari Curtin University, Australia, menggunakan kombinasi analisis penanggalan mineral serta pemodelan komputer canggih untuk menelusuri asal-usul Altar Stone. Hasil riset mereka menunjukkan bahwa gletser pada masa lampau hanya mampu membawa batu hingga kawasan Dogger Bank di Laut Utara.

Artinya, perjalanan panjang dari titik tersebut menuju Stonehenge hampir pasti dilakukan oleh manusia purba melalui upaya yang terencana.

Baca Juga: Heboh! Sosok di Balik Suara Baru Susanti Upin & Ipin Ternyata Aisyah Adriana Asal Indonesia

Para arkeolog meyakini proses pemindahan batu raksasa ini berlangsung secara bertahap. Metode yang digunakan kemungkinan berupa kombinasi penarikan melalui jalur darat dengan tenaga manusia, serta transportasi tambahan melalui sungai atau jalur pesisir.

Proses ini jelas bukan pekerjaan sederhana. Pemindahan batu sebesar itu membutuhkan organisasi yang sangat matang, perencanaan rute yang detail, hingga koordinasi besar antar kelompok masyarakat pada era Neolitik. Bahkan, proyek semacam ini diduga berlangsung lintas generasi.

Temuan ini menjadi bukti bahwa manusia purba memiliki kemampuan yang jauh lebih maju dari yang selama ini diperkirakan. Mereka ternyata bukan hanya mampu bekerja sama dalam skala besar, tetapi juga memiliki pemahaman geografis, logistik, dan strategi transportasi yang sangat kompleks.

Lebih dari sekadar batu, Altar Stone kini menjadi simbol kecanggihan peradaban masa lampau. Kemampuan manusia Neolitik dalam memindahkan batu raksasa sejauh ratusan kilometer menunjukkan tekad, kecerdasan, dan kolaborasi luar biasa.

Penelitian selanjutnya akan difokuskan untuk mengidentifikasi lokasi sumber pasti Altar Stone serta memetakan jalur yang mungkin digunakan komunitas prasejarah saat memindahkan batu tersebut.

Penemuan ini sekali lagi membuktikan bahwa ilmu pengetahuan modern terus membuka tabir misteri kuno yang selama ribuan tahun belum terpecahkan.(*)

Editor : Titin Wulandari
#misteri Stonehenge #manusia purba #stonehenge