Radarbanyuwangi.id - Fenomena unik datang dari rapper dunia Cardi B yang sukses membuat jagat maya Indonesia ramai. Dalam sebuah siaran langsung di Instagram, Cardi B terlihat memutar lagu anak-anak Indonesia seperti Pok Ame Ame dan Cicit Cuit untuk sang anak.
Momen sederhana tersebut langsung viral dan memicu gelombang reaksi dari netizen Tanah Air. Banyak yang merasa terkejut sekaligus bangga, karena lagu anak Indonesia ternyata didengar oleh figur global sekelas Cardi B.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar di berbagai platform media sosial pun dipenuhi candaan khas Indonesia. Warganet ramai-ramai “mengklaim” Cardi B sebagai bagian dari masyarakat lokal, mulai dari menyebutnya berasal dari Depok, Bojonegoro, hingga Ciledug.
Kreativitas netizen semakin menjadi-jadi dengan munculnya plesetan nama sang rapper. Salah satu yang paling viral adalah sebutan “Belcalis Marleni Almansyah”, yang terdengar sangat “Indonesia banget”, meski nama asli Cardi B sebenarnya adalah Belcalis Marlenis Almánzar.
Baca Juga: Blackpink Dominasi Global! Girl Group K-Pop Pertama Tembus Elite Dunia di Mat Gala 2026
Di balik gelombang humor tersebut, banyak juga netizen yang memberikan apresiasi. Mereka menilai momen ini bisa menjadi peluang besar untuk memperkenalkan lagu anak dan musik lokal Indonesia ke panggung internasional.
Sebagian lainnya berpendapat bahwa hal ini mungkin merupakan bagian dari eksplorasi Cardi B terhadap lagu anak-anak dari berbagai negara, mengingat tren global yang semakin terbuka terhadap keragaman budaya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat menembus batas geografis melalui kekuatan media digital. Lagu-lagu sederhana yang akrab di telinga masyarakat Indonesia kini berpotensi dikenal lebih luas di dunia.
Kondisi ini juga sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals, khususnya poin 11 tentang pelestarian budaya lokal serta poin 17 yang menekankan pentingnya kolaborasi global. Interaksi lintas budaya seperti ini menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarnegara.(*)
Editor : Titin Wulandari