Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Profil Lengkap Suliyana: Ikon Dangdut Banyuwangi yang Kini Gugat Cerai Suami di PA Banyuwangi

Ali Sodiqin • Kamis, 30 April 2026 | 10:54 WIB
Suliyana Edelweis Lestari. (Dok. Radar Banyuwangi)
Suliyana Edelweis Lestari. (Dok. Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Nama Suliyana Edelweis Lestari kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena kiprahnya sebagai ikon dangdut Osing Banyuwangi, tetapi juga langkah besar dalam kehidupan pribadinya: menggugat cerai sang suami ke Pengadilan Agama Banyuwangi.

Di balik gemerlap panggung dan popularitas yang ia raih selama bertahun-tahun, Suliyana menyimpan perjalanan hidup yang penuh liku—dari masa kecil yang tidak mudah hingga kini menghadapi ujian rumah tangga di meja hijau.


Dari Banyuwangi ke Panggung Musik: Awal Perjalanan

Suliyana, yang lahir sekitar 1991–1992, merupakan penyanyi asal Banyuwangi dengan latar belakang keluarga yang cukup kompleks. Ia berdarah campuran Kalimantan dan Solo.

Sejak kecil, kehidupannya sudah ditempa situasi yang tidak mudah. Orang tuanya berpisah saat ia masih belia. Ia sempat tinggal di Banjarmasin sebelum akhirnya menetap di Banyuwangi bersama sang ibu—tempat yang kemudian menjadi titik awal kariernya.


Karier Musik: Konsisten di Dangdut Osing

Bakat menyanyi Suliyana sudah terlihat sejak remaja. Ia mulai tampil sejak SMP dan semakin serius menekuni dunia musik saat SMA.

Dari panggung-panggung lokal Banyuwangi, namanya perlahan melambung. Ia dikenal sebagai penyanyi dangdut dengan ciri khas lagu berbahasa Osing—identitas budaya lokal yang kuat.

Produktivitasnya menjadi salah satu kekuatan utama. Puluhan lagu dan video klip telah dirilis, membuat namanya tidak hanya dikenal di Banyuwangi, tetapi juga menembus pasar nasional bahkan internasional melalui platform digital.

Di tengah persaingan ketat, Suliyana tetap bertahan sebagai salah satu penyanyi paling konsisten di jalurnya.


Bisnis dan Kehidupan di Balik Layar

Tak hanya bergantung pada dunia hiburan, Suliyana juga merambah dunia usaha. Ia mengelola bisnis butik dan kuliner yang berkembang di Banyuwangi.

Sempat vakum dari dunia musik untuk fokus pada keluarga dan bisnis, ia akhirnya kembali ke panggung karena tingginya permintaan penggemar—menunjukkan kuatnya basis pendukung yang dimilikinya.


Kehidupan Pribadi: Pernikahan dan Keluarga

Suliyana menikah dengan Dio Arli Rahadi sekitar 2015–2016. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri bernama Syakira Afkarina Rahadi yang lahir pada 2017.

Dio dikenal sebagai pengusaha sukses di Banyuwangi dan kerap disebut sebagai salah satu figur “crazy rich” lokal.

Namun, rumah tangga yang selama ini terlihat harmonis ternyata menghadapi ujian.


Gugatan Cerai: Masuk Meja Hijau

Perjalanan rumah tangga Suliyana kini memasuki babak baru. Ia resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya sejak 15 April 2026.

Perkara tersebut tercatat dengan nomor 1690/Pdt.G/2026/PA.BWI dan saat ini masih dalam tahap persidangan awal dengan agenda mediasi.

Suliyana hadir didampingi kuasa hukumnya, Moh Firdaus. Sementara pihak tergugat diwakili oleh Moh Iqbal.

Kuasa hukum Suliyana membenarkan gugatan tersebut. Ia menyebut, kliennya sudah tidak lagi menemukan kecocokan dalam rumah tangga.

“Benar kita ajukan gugatan cerai, persoalan rumah tangga yang tidak berujung,” ujarnya.

Namun, alasan detail gugatan tidak diungkap ke publik. Pihak kuasa hukum hanya menyampaikan bahwa masalah tersebut bersifat internal rumah tangga.


Mediasi Belum Temui Titik Temu

Dalam proses hukum yang berjalan, upaya mediasi telah dilakukan. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

“Mediasi kemarin belum menemukan titik temu,” tegas Firdaus.

Dengan demikian, perkara ini dipastikan masih akan berlanjut ke tahap berikutnya di Pengadilan Agama Banyuwangi.


Antara Karier dan Ujian Pribadi

Kasus ini menempatkan Suliyana dalam dua sorotan sekaligus: sebagai figur publik dan sebagai individu yang tengah menghadapi persoalan pribadi.

Di satu sisi, ia tetap dikenal sebagai ikon musik Banyuwangi dengan perjalanan karier panjang dan konsisten. Di sisi lain, ia kini harus menghadapi proses hukum yang tidak ringan.

Publik pun menanti bagaimana kelanjutan perkara ini—apakah berakhir damai atau resmi berpisah.

Yang jelas, perjalanan Suliyana menunjukkan satu hal: di balik sorotan panggung, setiap figur publik tetap manusia yang menjalani dinamika kehidupan, termasuk menghadapi ujian dalam rumah tangga. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#gugatan cerai Suliyana #penyanyi Osing #banyuwangi