RADARBANYUWANGI.ID – Siapa sangka, bagian tubuh sekecil pusar kini ramai dibahas karena dikaitkan dengan kepribadian hingga usia harapan hidup seseorang. Teori yang dikenal sebagai omphilomancy ini bahkan menyebut setiap bentuk pusar memiliki makna tersendiri.
Namun, para ahli mengingatkan: klaim tersebut belum memiliki dasar ilmiah yang kuat. Meski begitu, fenomena ini tetap menarik perhatian publik karena dinilai unik dan mengundang rasa penasaran.
Dari Pusar Menonjol hingga Oval, Ini “Maknanya”
Dalam teori omphilomancy, terdapat beberapa tipe pusar yang sering dikaitkan dengan karakter seseorang.
Pusar menonjol (outie), misalnya, disebut menggambarkan pribadi yang kuat, percaya diri, dan cenderung ekstrover. Orang dengan tipe ini juga dianggap teguh pada pendirian dan suka menjadi pusat perhatian.
Sementara itu, pusar dalam dan bulat (innie) justru dikaitkan dengan karakter yang lebih tenang. Pemiliknya disebut rendah hati, sabar, dan tidak mudah terbuka kepada orang lain. Dalam teori tersebut, tipe ini bahkan disebut memiliki usia harapan hidup paling panjang.
Jenis pusar vertikal atau lonjong disebut sebagai yang paling umum. Bentuk ini diasosiasikan dengan pribadi yang stabil secara emosional, dermawan, dan mampu menghadapi tekanan dengan baik.
Di sisi lain, pusar horizontal yang melebar ke samping dikaitkan dengan karakter kompleks dan emosional. Pemiliknya disebut selektif dalam mempercayai orang lain, tetapi sangat setia jika sudah merasa cocok.
Untuk pusar yang tidak simetris atau miring, teori ini menggambarkannya sebagai pribadi unik, penuh kejutan, namun cenderung memiliki emosi yang fluktuatif.
Terakhir, pusar berbentuk oval disebut mencerminkan pribadi aktif, sensitif, dan mudah bosan.
Klaim Usia Harapan Hidup, Sekadar Spekulasi
Menariknya, teori ini juga mengaitkan bentuk pusar dengan usia harapan hidup. Mulai dari kisaran 65 tahun hingga lebih dari 80 tahun, tergantung jenis pusarnya.
Namun, para ahli menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan acuan medis. Tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa bentuk pusar memiliki hubungan langsung dengan umur seseorang.
Penjelasan Medis: Ditentukan Proses Penyembuhan
Secara ilmiah, bentuk pusar terbentuk dari proses penyembuhan bekas tali pusar saat lahir. Faktor seperti teknik pemotongan tali pusar, proses penyembuhan luka, hingga kondisi kulit lebih berpengaruh dibandingkan faktor lain.
Dengan kata lain, pusar tidak berkaitan dengan kepribadian maupun nasib seseorang.
Menarik, Tapi Jangan Dijadikan Patokan
Meski tidak terbukti secara ilmiah, teori omphilomancy tetap populer sebagai hiburan atau bahan perbincangan ringan. Banyak orang merasa terhibur dengan mencoba mencocokkan bentuk pusar mereka dengan deskripsi kepribadian yang ada.
Namun, penting untuk tetap bersikap kritis. Dalam dunia medis, kepribadian dan kesehatan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor kompleks, mulai dari genetik, lingkungan, hingga gaya hidup.
Pada akhirnya, bentuk pusar hanyalah bagian kecil dari tubuh—bukan penentu siapa diri Anda sebenarnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin