RADARBANYUWANGI.ID - Dunia maya kembali diramaikan tren baru. Kali ini, giliran Gemini AI yang jadi sorotan.
Teknologi kecerdasan buatan generatif milik Google itu kini digandrungi warganet berkat kemampuannya mengedit foto dengan hasil yang menakjubkan.
Fenomena ini kian booming sejak hadirnya Nano Banana, model editor gambar bertenaga AI yang resmi dirilis akhir Agustus 2025.
Lewat fitur ini, pengguna bisa mengubah warna pakaian, mengganti latar belakang, bahkan menggabungkan dua foto dalam satu frame hanya dengan mengetik perintah teks (prompt).
Tak heran, beragam tren edit foto bermunculan di media sosial. Mulai dari gaya Old Money, foto ala studio formal, hingga efek masa kecil versi polaroid yang penuh nostalgia.
Cara Edit Foto di Gemini AI
Bagi pemula, begini langkah mudah edit foto di Gemini AI:
-
Buka Gemini AI dan pilih Nano Banana di kolom tools.
-
Klik tombol “+” lalu unggah foto yang ingin diedit.
-
Masukkan prompt atau perintah edit secara spesifik.
-
Tekan enter, tunggu hasilnya muncul.
-
Jika belum sesuai, perbaiki prompt agar lebih detail.
Contoh Prompt Populer
Sejumlah prompt edit foto yang kini jadi tren antara lain:
-
Ganti Latar: “Ubah background jadi kota New York malam hari, jangan ubah wajah asli.”
-
Gaya Studio: “Tambahkan jas hitam slim-fit, pose di lift modern dengan pencahayaan sinematik.”
-
Ilustrasi Anime: “Jadikan karakter anime dengan mata besar, tapi ekspresi asli tetap sama.”
-
Efek 90-an: “Tambahkan grainy halus dan warna pudar khas film Kodak.”
-
Foto Masa Kecil: “Gabungkan foto kecil dan dewasa dalam bingkai polaroid dengan nuansa hangat.”
Aturan dan Ketentuan
Meski canggih, Gemini AI memiliki batasan penting. Google melarang manipulasi wajah orang sungguhan, terutama figur publik, demi menjaga privasi, etika, dan mencegah risiko deepfake.
Penggunaan tanpa izin bisa menimbulkan misinformasi dan merusak kepercayaan publik.
Tren edit foto di Gemini AI lewat Nano Banana diprediksi akan terus berkembang.
Namun, pengguna diingatkan agar bijak dalam memanfaatkan teknologi ini, khususnya untuk menghindari pelanggaran privasi dan penyalahgunaan. (*)
Editor : Ali Sodiqin