Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Energi Kala Jaya Bumi Sedang Aktif, Jangan Pergi ke Barat: Perhitungan Weton Kamis Wage 22 Mei 2025

Ali Sodiqin • Kamis, 22 Mei 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi seseorang diintai bahaya gaib. (AI)
Ilustrasi seseorang diintai bahaya gaib. (AI)

RADARBANYUWANGI.ID — Tanggal 22 Mei 2025 bertepatan dengan Kemis Wage dalam penanggalan Jawa dan 24 Dzul Qaidah 1446 Hijriah dalam kalender Islam.

Dalam tradisi kejawen, weton hari ini memiliki sejumlah makna filosofis dan spiritual yang dipercaya dapat memengaruhi karakter serta peruntungan seseorang yang lahir atau menjalani aktivitas penting di hari ini.

Watak Kamis Wage: Antara Pesona dan Ujian Batin

Secara umum, Kemis (Kamis) dianggap sebagai hari yang sangar, penuh wibawa namun juga menyimpan nuansa menakutkan.

Sementara itu, pasaran Wage menggambarkan karakter yang menarik namun cenderung angkuh.

Orang dengan weton ini biasanya setia dan penurut, tetapi sering malas mencari nafkah dan cenderung mengandalkan orang lain.

Hatinya cenderung kaku, kurang berpikir panjang, dan mudah dikuasai emosi hingga kerap menjadi sasaran fitnah.

Namun demikian, terdapat sisi positif dari weton ini. Berdasarkan haståwårå Sri, mereka yang lahir pada hari ini biasanya penuh belas kasih dan mudah mendapat simpati.

Dalam sadwårå Tungle, ia juga bertanggung jawab walau suka membantah. Watak sångåwårå Tulus menggambarkan pribadi yang tekun, dermawan, dan lemah lembut, serta dikagumi banyak orang.

Pancasuda Satrya Wibawa menandakan pribadi berbudi luhur dan memiliki kewibawaan alami.

Sayangnya, pengaruh rakam Nuju Pati membawa nuansa apes atau banyak kesialan. Namun, ini bisa diredam dengan perbuatan baik dan laku spiritual.

Aura paarasan Aras Kêmbang memberikan daya tarik terhadap lawan jenis, menjadikan mereka yang berweton ini cenderung memikat namun harus bijak dalam menjaga relasi.

Wuku Julung Pujud: Nafkah, Wibawa, dan Bahaya Gaib

Wuku Julung Pujud yang menyertai weton hari ini membawa pesan-pesan penting. Dalam pengaruh Dewa Bumi Bethara Guritno, seseorang dituntut untuk menjaga keselarasan lahir dan batin.

Ia dilambangkan dengan pohon rembuyut yang penampilannya baik dan sering dicari, serta burung emprit tondhang yang menandakan kemandirian dalam mencari nafkah dan kefasihan dalam berbicara.

Namun, perlu kehati-hatian, karena pengaruh aral disantet atau ditenung cukup kuat.

Oleh karena itu, disarankan melakukan sedekah berupa nasi tumpeng dengan lauk ayam merah dan kuluban sembilan macam.

Doa qunut dan 30 kali shalawat dipercaya dapat menjadi pelindung spiritual dari energi negatif.

Dalam tujuh hari ke depan, hindarilah bepergian ke arah barat laut karena energi Kala Jaya Bumi sedang aktif di wilayah tersebut.

Selain itu, simbol Sapi Gumarang Tumurun menunjukkan potensi munculnya penyakit menular serta gairah hidup yang menggebu.

Kendalikan nafsu dan lakukan laku spiritual agar potensi negatif bisa diubah menjadi kekuatan positif.

Meski demikian, wuku ini baik untuk mencari nafkah, memelihara hewan ternak, dan menanam buah-buahan, tapi kurang baik untuk merencanakan perjalanan atau mencari syarat-syarat tertentu.

Penutup

Weton Kamis Wage dengan Wuku Julung Pujud membawa keseimbangan antara wibawa dan godaan, antara simpati dan ujian, antara kekuatan lahir dan rintangan gaib.

Seperti filosofi Jawa yang dalam, segala sesuatu selalu mengandung dua sisi. Maka dari itu, bijaklah dalam bersikap dan senantiasa menjaga batin agar selaras dengan jagat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kalender jawa #perhitungan weton #tradisi kejawen #weton kamis wage