Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Simanis Kepel, Buah Langka yang Pohonnya ada di Banyuwangi: Bisa Berusia Puluhan hingga Ratusan Tahun

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 29 Agustus 2024 | 19:42 WIB

Buah kepel matang pohon di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu
Buah kepel matang pohon di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu

RadarBanyuwangi.id - Kabupaten Banyuwangi, sudah dikenal sebagai daerah yang punya kekayaan alam yang melimpah.

Tak heran, kabupaten dengan julukan The Sunrise of Java ini jadi lokasi hidup yang cocok bagi pohon-pohon unik.

Tak terkecuali, pohon buah Kepel yang punya nama latin Stelechocarpus burahol.
Pohon kepel ini, bisa tumbuh subur hingga setinggi 20 meter dan biasanya, memasuki bulan Mei, sejumlah pohon kepel di Banyuwangi mulai berbunga.

Namun demikian, masyarakat Banyuwangi masih sangat kesusahan untuk mencari atau membeli buah Kepel di pasaran. Ini karena, tak banyak pohon tersebut yang tumbuh di Banyuwangi.
Selain itu, pengepul biasanya memborong buah Kepel langsung dari pohonnya untuk dijual di luar daerah.

Namun, rupanya pohon Kepel ini tumbuh subur di kaki Gunung Raung. Tepatnya di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Selain di hutan setempat, pohon ini tumbuh dan berbuah di pekarangan warga. Sarmijan (40), salah satu warga Dusun Panjen, Desa Jambewangi, memiliki 2 pohon Kepel yang tumbuh dan rutin berbuah di halaman rumahnya.

Selama ini, Sarmijan mengaku tidak pernah menjual hasil panen buah Kepel miliknya di pasar.
Sebelum tiba masa panen, seluruh buah dari pohon Kepel miliknya sudah terjual.

“Sudah ditebas semua buahnya pak. Sudah di kasih DP (uang muka) juga sama orangnya. Katanya sih dikirim ke Bali,” katanya.

Menurut Sarmijan, dari dua pohon miliknya setiap panennya bisa menghasilkan antara 80 - 150 kilogram Kepel.

Di pasaran sendiri, buah Kepel dijual bervariasi antara mulai kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu perkilo.

Tergantung kualitas buah dan harga ini berangsur turun saat musim panen raya tiba.
Untuk usia pohon Kepel di halamannya tersebut, Sarmijan tidak mengetahui secara pasti berapa.

Akan tetapi, Ia menyebut jika pohon tersebut sudah ada sebelum almarhum orangtuanya lahir.

“Bapak kelahiran tahun 1960. Bapak bilang, sejak dia kecil pohon ini sudah ada dan besar,” jelasnya. (sas)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#kepel #Buah Langka #ratusan tahun #pohon #banyuwangi #Puluhan