Namun ditangan Ni Wayan Sudiarmini, batok kelapa rupanya bisa bernilai lebih. Bahkan tempurung kelapa tidak sekadar sebagai kerajinan semata. Kreatifitas dan keteramnpilan tanganya bahkan bisa menyulap batok kelapa menjadi salah satu bahan baku produk fashion.
Mau tahu apa? Ya, produk fashion yang berhasil dikreasi Ni Wayan Sudiarmini berupa bra alias BH untuk kaum hawa. Tak dinyana produk ini pun diminati dan laku keras di pasar mancanegara.
Dilansir Bali Express, perempuan asal Banjar Wanayu, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, ini menyebutkan bra berbahan batok kelapa ini menjadi salah satu best seller produknya. Sejak 2022, market pasar terbesarnya adalah Jepang.
"Untuk bra batok kelapa ini, pasarnya adalah Jepang. Pada awal saya memperkenalkan produk fashion ini, pesanan dari Jepang mencapai 500 set dan terus berlangsung hingga saat ini rata-rata kami mengirimkan sebanyak 1000 set per bulan," jelas Sudiarmini,
Bra berbahan batok kelapa ini, menurut perempuan kelahiran 8 Mei 1976 sangat diminati pasar di Jepang. Keunggulan produk bra batok kelapanya juga bisa digunakan untuk berenang.
Bahkan bra ini diakuinya juga sering menjadi bahan untuk kepentingan fashion show ataupun kontes dengan tema Hawaiian.
Untuk ekspor bra ini, Sudiarmini produknya dikirim dalam bentuk original. Artinya cup bra yang hanya dihasilkan tanpa dicat. "Karena nanti proses pengecatan dilakukan oleh pihak pembeli di Jepang. Nanti akan disesuaikan dengan tema dan kebutuhan produknya," lanjutnya.
Soal ukuran, Ibu Kau, sapaan akrab Ni Wayan Sudiarmini, mengatakan urusan size atau ukuran yang dikirim cukup beragam. Ada ukuran size S diameter 9-10 cm, size M diameter 11-13 cm dan size L diameter 13 cm ke atas.
Ukuran tersebut diakuinya merupakan kriteria yang sudah ditentukan oleh pembeli asal Jepang. Selain bra berbahan batok kelapa, Ibu Kau punya beberapa jenis produk berbahan batok kelapa yang sudah lebih dahulu menembus pasar ekspor, seperti Jerman, Prancis dan Jepang.
Produk kerajinan yang menembus pasar Eropa ini antara lain, produk tableware (peralatan makan) seperti set salad bowl, plate hingga gelas berbahan batok kelapa. Ada juga produk home decor atau produk untuk mendekorasi rumah seperti tatakan lilin, hiasan dinding yang berbahan dasar batok kelapa.
"Untuk ekspor tableware dan home decor ini sudah kami lakukan sejak tahun 2020 lalu yakni dengan mengirimkan produk tableware ke Jerman sebanyak 2 ribu set dengan sistem beli putus," tambahnya.
Selain Jepang, produk kerajinan berbahan batok kelapa inimulai merambah pasar Eropa seperti Jerman dan Perancis. Untuk menghasilkan kreasi dari batok kelapa, Ibu Kau mengaku belajar secara otodidak.
Sedangkan untuk desain dan pembuatan, dia belajar melalui media sosial dan beberapa kali mengikuti pelatihan-pelatihan.
"Awalnya itu mulai dari yang kecil seperti gantungan kunci itupun suplainya cuma ke Sukawati, Gianyar dan toko oleh - oleh. Kemudian, mengikuti Tanah Lot Festival 2019 mulai lah ada wisatawan yang berminat dan akhirnya produk saya bisa tembus ke pasar ekspor," paparnya.
Terkait urusan bahan baku, Wanita ini tidak saja mendapatkannya dari wilayah lokal Kabupaten Tabanan saja. Tapi dia juga ‘mengimpor’ batok kelapa dari Kabupaten Karangasem.
Dia mengambil batok di Karangasem untuk memenuhi kebutuhan pasar ke Jerman khususnya alat makan.
"Ini karena pesanan menginginkan wadah rice bowl yang berdiameter besar, sedangkan kelapa di Tabanan untuk batoknya sedikit lebih kecil. Untuk pengerjaan kami masih lakukan secara manual," tambahnya. (*)
Editor : Niklaas Andries