RadarBanyuwangi.id – Manuk cendet. Begitu warga Banyuwangi menyebut burung dengan nama latin Lanius schach ini. Burung ini merupakan salah satu jenis burung yang dikenal memiliki suara merdu. Bahkan, dia mampu menirukan suara burung lain, hingga suara binatang atau suara-suara yang sering diperdengarkan di dekatnya.
Burung cendet juga dikenal dengan sebutan bentet kelabu. Jenis burung ini memiliki habitat di daerah terbuka, padang rumput, perkebunan, tegalan, serta tersebar sampai daerah sampai ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut (mdpl). Burung ini merupakan jenis burung pemakan belalang, kumbang, dan aneka serangga.
Burung cendet memiliki tubuh berukuran agak besar, sekitar 25 centimeter (cm). Bulunya berwarna hitam, cokelat, putih, dan berekor relatif panjang. Burung ini memiliki sayap berwarna cokelat kehitaman dan berbintik putih.
Salah satu pencinta burung, Joko Slamet mengatakan, daya tarik utama burung cendet terletak pada suara kicauannya. ”Lagu kicauan burung cendet sangat bervariasi,” ujar pria yang juga penjual burung di Pasar Burung Pujasera, Banyuwangi tersebut.
Joko menuturkan, meskipun sama-sama bisa berkicau, kebanyakan pencinta burung, khususnya burung cendet, lebih senang memilih burung jantan. Sebab, nada kicau cendet betina lebih monoton dibandingkan burung cendet jantan. ”Burung cendet yang memiliki kicau merdu mayoritas burung jantan,” tuturnya.
Dibandingkan burung kutilang dan burung trocok, imbuh Joko, harga burung cendet relatif lebih mahal. Yakni sekitar Rp 50 ribu sampai jutaan rupiah. Meski demikian, sejauh ini tidak banyak warga yang melakukan budi daya burung jenis tersebut. ”Hanya orang-orang tertentu. Biasanya untuk eksperimen agar menghasilkan anakan yang memiliki suara merdu,” kata dia.
Sementara itu, pencinta burung yang lain, Mardiano, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, membagikan tips merawat burung agar tidak mudah sakit. Menurut dia, salah satu penyakit yang kerap menjangkiti burung adalah cacingan. Jika hal itu terjadi, selera makan burung berkurang hingga kurus, bahkan akhirnya mati.
Nah, untuk mencegah burung cacingan, kata Mardiano, hal utama yang harus diperhatikan adalah kebersihan sangkar, pakan, dan air minum burung tersebut. Sangkar burung harus dibersihkan setiap hari. ”Air minum burung harus diganti setiap hari, sedangkan pakan burung harus diganti dua hari sekali,” kata pria yang karib disapa Dion tersebut.
Sedangkan jika burung sudah mengalami cacingan, kata Dion, maka burung tersebut harus diobati. Obat khusus untuk mengobati burung cacingan tersebut dapat didapatkan di bidak-bidak penjual pakan burung yang ada di Banyuwangi. (sgt/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin